Sebanyak 10 siswa dari Brilli Kids Leadership Elementary School, Gorontalo, berhasil menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional dengan meraih penghargaan Silver dan Bronze Award pada ajang Asia Math Engineering Challenge (AMEC) 2026. Kompetisi bergengsi yang memfokuskan pada bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM) ini diselenggarakan di Johor Bahru, Malaysia, dan diikuti oleh berbagai pelajar berbakat dari seluruh Asia.
Sebanyak lima siswa sukses membawa pulang Silver Award, yaitu Macayla Suraya Askana Hutagalung, Khalisa Danishara, Charlene Selena Wisang, Gendis Lalita Adraya Pranoto, dan Aldric Prama Polontalo. Sementara itu, lima siswa lainnya, yakni Shannon Roferichie Liyanto, Frechianny Edeline Hermanto, Azkayra Erinina Ismail, Afdhal Gilang Maloho, dan Khanza Dwi Arshani, berhasil menyabet Bronze Award setelah melalui serangkaian tantangan yang kompetitif.
Kepala Brilli Kids Leadership Elementary School, Ika Rahmawati Hadikum, menyatakan bahwa keikutsertaan siswa dalam ajang ini merupakan bagian dari visi sekolah untuk membekali murid dengan keterampilan abad ke-21. Menurutnya, pengalaman internasional ini krusial untuk melatih kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta pemanfaatan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Selama kompetisi, para siswa mendapatkan paparan mendalam mengenai teknologi terkini, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), penggunaan mikrokontroler, serta pemanfaatan sensor digital. Mereka juga terlibat dalam kegiatan hackathon dan presentasi proyek inovatif di hadapan juri internasional, yang menuntut mereka untuk memberikan solusi nyata atas berbagai permasalahan sehari-hari melalui pendekatan teknologi.
Sebagai catatan, Brilli Kids Leadership Elementary School menjadi satu-satunya sekolah dasar yang berpartisipasi dalam ajang ini. Para siswa harus bersaing dengan rekan-rekan mereka yang berada di jenjang sekolah menengah pertama dari berbagai institusi ternama di Asia, seperti Seri Mulia Sarjana dari Brunei Darussalam, International Christian School GCF dari Filipina, hingga Idrissi International School dari Malaysia.
Selain kompetisi, para peserta juga berkesempatan melakukan kunjungan akademik ke University Technology Malaysia (UTM). Kunjungan ini memberikan wawasan tambahan bagi para siswa dalam mengembangkan solusi berbasis teknologi, sekaligus memperluas jejaring kolaborasi lintas negara yang diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi pengembangan potensi akademik dan inovasi mereka di masa depan.