Pemerintah Sri Lanka secara resmi meluncurkan penyelidikan mendalam pada Selasa (waktu setempat) terkait insiden kerusuhan penjara paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir. Kerusuhan yang pecah di Penjara Negombo ini dipicu oleh bentrokan berdarah antara kelompok geng narkoba yang saling bersaing, mengakibatkan jumlah korban jiwa terus meningkat hingga mencapai angka 27 orang.
Situasi di sekitar fasilitas pemasyarakatan tersebut kini dalam pengawasan ketat. Meskipun polisi bersenjata dan pasukan komando tidak diterjunkan langsung ke dalam area sel, mereka ditempatkan di perimeter luar untuk memastikan keamanan maksimal dan mencegah terjadinya eskalasi lebih lanjut atau upaya pelarian setelah kekacauan yang terjadi pada hari Senin lalu.
Menteri Kehakiman Sri Lanka, Harshana Nanayakkara, dalam keterangannya di hadapan parlemen, mengonfirmasi bahwa proses investigasi kriminal telah dimulai secara paralel dengan pembentukan komisi khusus yang ditunjuk oleh pemerintah. Langkah ini diambil untuk memastikan akuntabilitas pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.
Berdasarkan laporan awal kepolisian, kerusuhan bermula dari perselisihan antara geng-geng rival di dalam penjara yang terletak di utara ibu kota. Para narapidana dilaporkan berhasil melumpuhkan petugas sipir, mengambil alih senjata api milik petugas, dan melepaskan tembakan secara membabi buta. Selain itu, para pelaku juga menghancurkan sistem pengawasan CCTV untuk menutupi jejak aksi mereka.
Dampak dari peristiwa ini sangat masif, dengan lebih dari 100 orang mengalami luka-luka. Pihak medis di Rumah Sakit Negombo melaporkan bahwa saat ini terdapat 97 korban yang masih menjalani perawatan intensif, termasuk di antaranya 23 petugas penjara yang mengalami luka tembak, sayatan senjata tajam, serta luka memar yang cukup parah akibat bentrokan tersebut.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih berupaya memulihkan ketertiban di dalam penjara. Penambahan jumlah korban jiwa yang terus bertambah, termasuk satu narapidana yang dilaporkan meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif semalam, menjadi pengingat keras bagi otoritas Sri Lanka mengenai urgensi reformasi sistem keamanan di dalam fasilitas pemasyarakatan yang rawan akan kontrol geng kriminal.