Perdana Menteri India, Narendra Modi, menegaskan bahwa Candi Prambanan merupakan simbol nyata dari ikatan budaya yang mendalam antara Indonesia dan India. Pernyataan tersebut disampaikan Modi dalam konferensi pers bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (7/7/2026).
Dalam kunjungannya ke Jakarta, PM Modi dijadwalkan meresmikan proyek konservasi Candi Prambanan di Yogyakarta bersama Presiden Prabowo. Candi yang telah berdiri lebih dari seribu tahun ini dipandang sebagai bukti sejarah panjang keterkaitan peradaban kedua negara yang memiliki akar budaya serupa.
Proyek restorasi ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara Pemerintah Indonesia dengan Archaeological Survey of India (ASI). Rencana kerja sama ini sebenarnya telah dirintis sejak kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke India pada tahun 2025 lalu, yang kini mulai diimplementasikan dalam bentuk aksi nyata di lapangan.
Selain sektor pelestarian budaya, PM Modi juga menyoroti pentingnya diplomasi pendidikan sebagai pilar hubungan bilateral. Kedua negara sepakat untuk merayakan sejarah pertemuan antara tokoh pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara, dengan filsuf asal India, Rabindranath Tagore, yang terjadi di Yogyakarta pada tahun 1927 silam.
Sebagai bentuk penghormatan atas sejarah tersebut, Indonesia dan India menetapkan periode 2026-2027 sebagai Tahun Tagore-Dewantara. Inisiatif ini diharapkan mampu mempererat diplomasi budaya serta memperkuat jaringan pendidikan antara kaum intelektual dari kedua negara di masa depan.
Lebih lanjut, kunjungan PM Modi ke Indonesia kali ini juga menghasilkan 16 dokumen kerja sama strategis. Kesepakatan tersebut mencakup berbagai bidang krusial, mulai dari eksplorasi ruang angkasa, pertahanan, kesehatan, pertanian, hingga telekomunikasi, yang menunjukkan komitmen kedua negara dalam membangun kesejahteraan bersama di masa depan.