Berita

Prabowo Ajukan Destry Jadi Gubernur BI Definitif, Surpres Dikirim ke DPR

Ringkasan

  • Presiden Prabowo Subianto mengirim Surpres ke DPR untuk mengajukan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI definitif.
  • Simak berita terpopuler lainnya mulai dari ekonomi hingga gempa Kolombia.

Presiden Prabowo Subianto mengirim Surat Presiden (Surpres) ke DPR RI untuk mengajukan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif. Destry saat ini menjabat Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur BI. Langkah ini sekaligus menuntaskan masa transisi kepemimpinan di bank sentral yang selama ini menunggu penetapan resmi.

Pengajuan nama Destry bukan tanpa alasan. Sebagai Pjs, ia telah menjalankan sejumlah tugas strategis dan dinilai memahami arah kebijakan moneter yang sedang berjalan. Namun, pengangkatan definitif tetap membutuhkan persetujuan DPR melalui mekanisme uji kelayakan dan kepatutan. Sejak awal, proses ini menjadi perhatian pelaku pasar karena posisi Gubernur BI sangat menentukan kredibilitas kebijakan bank sentral.

Di sisi lain, pemerintah tengah menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menilai pertumbuhan ekonomi 5,29 persen secara tahunan pada triwulan II 2026 semakin berkualitas. Penilaian itu didasarkan pada penurunan kemiskinan dan tingkat pengangguran yang berjalan beriringan dengan ekspansi ekonomi. Pernyataan tersebut muncul ketika sebagian ekonom masih menyoroti pelemahan daya beli kelas menengah, sehingga data ketenagakerjaan dan kemiskinan menjadi indikator yang ikut menentukan.

Dari sisi penyelenggaraan event olahraga, Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah. Bandung dan Jakarta siap menyambut FIFA ASEAN Cup 2026 yang rencananya digelar pada September hingga Oktober. Turnamen ini menjadi ajang pertama yang digelar di Indonesia, sekaligus ujian bagi kesiapan infrastruktur dan tata kelola event skala internasional. Antusiasme penggemar sepak bola di dua kota itu pun diperkirakan memberikan dampak ekonomi bagi perhotelan, transportasi, dan pelaku usaha kecil.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima kunjungan pengusaha nasional Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Minggu (9/8). Pembahasan mencakup perkembangan investasi hingga hilirisasi. Pertemuan itu menegaskan arah pemerintah yang terus mendorong sektor hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam. Keterlibatan pengusaha besar diharapkan mempercepat realisasi investasi di daerah.

Dari mancanegara, gempa bumi bermagnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin (10/8). Sedikitnya 21 orang tewas akibat bangunan runtuh, dan operasi penyelamatan masih berlangsung di sejumlah kota. Setiap kali gempa besar terjadi, kesiapsiagaan menjadi sorotan. Indonesia berada di kawasan dengan risiko gempa tinggi, sehingga tragedi Kolombia menjadi pengingat pentingnya penguatan infrastruktur dan sistem peringatan dini.

Menariknya, seluruh agenda politik, ekonomi, dan bencana itu hadir bersamaan pada pekan ini. Di dalam negeri, penetapan Gubernur BI definitif menjadi kunci stabilitas ekonomi jangka pendek. Pasar menunggu sikap DPR dan proses selanjutnya. Di sisi lain, pemerintah juga harus menjaga kepercayaan publik terhadap data ekonomi yang disampaikan, terutama saat masyarakat merasakan tekanan harga kebutuhan pokok.

Kesuksesan Indonesia menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup juga menjadi sorotan regional. Jika penyelenggaraan berjalan baik, Indonesia bisa membuka peluang menjadi tuan rumah event sepak bola yang lebih besar. Namun, persiapan yang tidak matang justru bisa menjadi citra negatif di mata dunia. Begitu pula dengan hilirisasi, kebijakan ini akan menentukan masa depan industri pengolahan nasional dan penciptaan lapangan kerja.

Kendati demikian, proses politik tetap menjadi penentu utama. Nama Destry Damayanti kini berada di tangan DPR untuk diuji kelayakannya. Komisi terkait diprediksi mulai bekerja dalam waktu dekat. Selagi menunggu, seluruh pemangku kepentingan berharap tidak ada kekosongan kepemimpinan yang berkepanjangan di bank sentral.

Ke depan, koordinasi antara pemerintah, DPR, dan BI menjadi krusial. Stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi bergantung pada kesinambungan kebijakan yang dijalankan. Sementara itu, data pertumbuhan ekonomi triwulan II 2026 akan terus dievaluasi, terutama dari sisi pemerataan dan kesejahteraan.

Bencana gempa di Kolombia menambah daftar panjang peristiwa yang menguji ketahanan bencana negara-negara berkembang. Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan respons cepat; mitigasi jangka panjang harus menjadi prioritas. Dengan begitu, ketika gempa besar terjadi, dampak yang ditimbulkan dapat ditekan seminimal mungkin.

Mengapa Ini Penting

Kepastian Gubernur BI definitif sangat krusial di tengah tekanan nilai tukar dan dinamika ekonomi global. Penetapan ini akan memengaruhi kredibilitas kebijakan moneter dan kepercayaan pasar. Sementara itu, isu pertumbuhan ekonomi, kesiapan infrastruktur event internasional, serta mitigasi bencana menjadi agenda yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat luas, dari stabilitas harga hingga keselamatan publik.

Sumber Asli
Antara News Terkini
Tanggal
11 Agustus 2026
Waktu Baca
4 menit