Internasional

Tiga Putra Ali Khamenei Hadiri Pemakaman, Keberadaan Mojtaba Masih Misterius

Tiga Putra Ali Khamenei Hadiri Pemakaman, Keberadaan Mojtaba Masih Misterius

Ringkasan

  • Tiga putra Ali Khamenei muncul di publik saat pemakaman sang ayah di Teheran, namun ketidakhadiran sang suksesor, Mojtaba Khamenei, memicu spekulasi keamanan.

Teheran kembali dipadati oleh ribuan pelayat pada hari kedua prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Suasana duka yang menyelimuti ibu kota diwarnai dengan seruan keras dari massa yang menuntut pembalasan terhadap Amerika Serikat dan Israel atas tewasnya sang pemimpin.

Dalam sebuah momen langka, tiga putra Ali Khamenei yakni Mostafa, Meysam, dan Masoud terlihat muncul di depan publik. Mereka tampak memimpin doa di belakang peti jenazah yang disemayamkan di kompleks Grand Mosalla, Teheran. Kehadiran mereka menarik perhatian luas, namun sorotan publik justru tertuju pada ketidakhadiran Mojtaba Khamenei, sosok yang disebut-sebut sebagai suksesor sang ayah.

Ketidakhadiran Mojtaba memicu spekulasi di kalangan pengamat internasional. Banyak pihak meyakini bahwa Mojtaba sengaja disembunyikan demi alasan keamanan, mengingat ancaman pembunuhan dari pihak asing yang terus membayangi petinggi Iran. Sejak penunjukannya sebagai pemimpin tertinggi pada Maret lalu, Mojtaba nyaris tidak pernah terlihat di ruang publik demi menjaga stabilitas kepemimpinan nasional.

Selain jenazah Ali Khamenei, dalam upacara tersebut juga disemayamkan jenazah putri, menantu, serta cucunya yang masih balita. Mereka diketahui tewas dalam serangan udara pada 28 Februari lalu, yang menandai dimulainya eskalasi konflik terbuka antara Iran dengan poros Amerika Serikat dan Israel. Tragedi ini menjadi pemicu utama kemarahan publik yang tercermin dalam aksi massa di sepanjang prosesi pemakaman.

Laporan dari lokasi kejadian menyebutkan bahwa para pelayat membawa bendera Iran serta bendera merah sebagai simbol tuntutan balas dendam. Teriakan 'Matikan Amerika' dan 'Matikan Israel' terus menggema di tengah kerumunan yang semakin membesar. Pemerintah Iran sendiri telah menetapkan rangkaian prosesi pemakaman selama sepekan, yang mencakup kunjungan ke situs suci di Irak seperti Karbala dan Najaf, sebelum akhirnya dimakamkan di Mashhad, Iran.

Upacara pemakaman ini dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi negara, termasuk Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, dan komandan Pasukan Quds, Esmail Qaani. Di tengah ketegangan regional yang kian memuncak, prosesi ini bukan sekadar penghormatan terakhir bagi mendiang pemimpin, melainkan sebuah unjuk kekuatan dan loyalitas rakyat terhadap keberlangsungan Republik Islam Iran di tengah tekanan geopolitik global.

Mengapa Ini Penting

Ketidakpastian suksesi kepemimpinan di Iran dapat memicu volatilitas harga minyak global dan stabilitas ekonomi di kawasan Asia termasuk Indonesia. Sebagai negara dengan ketergantungan impor energi, dinamika geopolitik di Timur Tengah akan berdampak langsung pada ketahanan energi dan kebijakan ekonomi nasional.

Sumber Asli
Aljazeera
Tanggal
5 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit