Tim nasional bola basket putri Indonesia U18 mencatatkan kemenangan telak atas tuan rumah Thailand dengan skor 93-42 pada pertandingan Grup A Piala Asia Bola Basket U18 Putri Divisi B 2026. Laga yang berlangsung di Nimibutr Stadium, Bangkok, Selasa tersebut menjadi panggung bagi kebangkitan permainan kolektif skuad Merah Putih di level Asia.
Praisey Blessed keluar sebagai motor serangan dengan torehan 20 poin, enam rebound, lima assist, dan tiga steal. Kehadirannya di lapangan memastikan Indonesia langsung mengambil alih kendali sejak kuarter pertama. Permainan agresif dan intensitas pertahanan yang rapat membuat Thailand tertinggal jauh 24-7 pada akhir periode pembuka.
Keunggulan tersebut tidak menyusut di sisa waktu. Sebaliknya, tim tamu terus memperlebar jarak hingga selisih poin mencapai 51 angka di akhir pertandingan. Thailand nyaris tak punya ruang bernapas menghadapi kecepatan transisi dan distribusi bola Indonesia yang presisi sepanjang tiga kuarter berikutnya.
Kemenangan ini bukan sekadar tambahan poin, melainkan sinyal kebangkitan basket putri Indonesia di pentas regional. Turnamen Divisi B merupakan jalur krusial bagi negara-negara untuk naik ke divisi utama yang lebih kompetitif. Indonesia tergabung di Grup A bersama Thailand, India, dan Oman, di mana setiap pertandingan menentukan nasib tiket promosi.
Sebelum menghancurkan Thailand, skuad asuhan pelatnas tersebut telah memulai turnamen dengan cara paling meyakinkan yakni menundukkan Oman 127-6. Angka 127 poin tersebut mencerminkan efektivitas serangan yang tidak hanya mengandalkan satu atau dua bintang, tetapi seluruh komposisi pemain yang tersedia.
Dari sudut pandang pengembangan olahraga tanah air, performa ini memberikan angin segar bagi ekosistem bola basket perempuan di Indonesia. Selama bertahun-tahun, basket putri kerap berada di bawah bayang-bayang tim putra dalam hal publisitas dan dukungan infrastruktur. Dominasi di level usia dini seperti U18 menunjukkan bahwa pembinaan berjenjang mulai membuahkan hasil nyata.
Statistik tim secara keseluruhan memperlihatkan kedalaman skuad yang merata. Sebanyak 10 pemain Indonesia berhasil mencetak minimal empat poin, membuktikan bahwa rotasi yang diterapkan berjalan optimal. Lebih dari itu, catatan 25 assist mengindikasikan chemistry antar pemain yang sudah terbangun matang, tidak seperti pertandingan-pertandingan sebelumnya yang sering kali bergantung pada individual skill.
Dalam hal perebutan bola pantul, Indonesia mendominasi dengan 58 rebound berbanding 32 milik Thailand. Keunggulan fisik dan positioning ini dikawal ketat oleh Mabekou Talla Valerie yang hampir mencatatkan double-double melalui 12 poin dan sembilan rebound. Sementara Fiorenza Celesta menyumbangkan 13 poin dan lima rebound, disusul Joanne Giovanni serta Chloe Cung yang masing-masing menyumbang 11 poin.
Di kubu tuan rumah, Rattika Tojaruen dan Sarah Tuukkanen menjadi pencetak angka terbanyak dengan masing-masing 11 poin, namun usaha individu tersebut tidak cukup untuk menopang kolektivitas tim yang hancur lebur. Kelemahan distribusi bola Thailand terlihat jelas ketika mereka kesulitan menembus zona pertahanan Indonesia yang disiplin.
Catatan statistik di atas menegaskan bahwa kemenangan Indonesia lahir dari kerja sama tim yang teroganisir, bukan sekadar kebetulan. Pola permainan yang ditunjukkan Praisey dan rekan-rekan menjadi cetak biru bagi masa depan timnas putri apabila ingin konsisten berbicara di level Asia.
Menjelang pertandingan pamungkas Grup A pada Rabu mendatang, Indonesia akan berhadapan dengan India yang juga mengoleksi dua kemenangan beruntun. Pertemuan ini akan menentukan siapa yang berhak atas posisi juara grup sekaligus mengamankan tiket langsung ke semifinal tanpa harus melewati babak playoff.
Tren positif yang dibangun oleh generasi U18 ini diprediksi akan berdampak panjang terhadap keikutsertaan Indonesia di kejuaraan FIBA kelak. Jika mampu mempertahankan konsistensi dan mengalahkan India, langkah promosi ke divisi utama akan semakin nyata, membuka peluang uji coba melawan kekuatan basket dunia seperti Jepang, Korea Selatan, atau Australia.