Berita

Tragedi Operasi Narkoba di Kalteng: Tiga Anggota Polri Gugur dalam Tugas

Tragedi Operasi Narkoba di Kalteng: Tiga Anggota Polri Gugur dalam Tugas

Ringkasan

  • Tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan gugur saat melakukan operasi penggerebekan bandar narkoba di Kalimantan Tengah setelah diserang massa.

Sebuah operasi penindakan peredaran narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir dengan tragedi berdarah. Sebanyak tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan dilaporkan gugur saat menjalankan tugas penggerebekan bandar narkoba di wilayah tersebut.

Peristiwa nahas ini bermula pada Rabu (1/7) malam, ketika tim Satresnarkoba Polres Katingan melakukan penyelidikan atas laporan masyarakat terkait peredaran sabu. Target operasi berinisial BIO, yang merupakan seorang residivis narkotika, menjadi fokus utama dalam operasi yang melibatkan 12 personel kepolisian tersebut.

Setibanya di lokasi, tim dibagi menjadi dua kelompok untuk melakukan pengepungan. Meskipun target operasi sempat diamankan, situasi mendadak berubah ketika kelompok massa yang berada di rumah target dan warga sekitar melakukan perlawanan brutal menggunakan senjata tajam jenis parang hingga senjata api rakitan.

Dalam kondisi terdesak dan massa yang semakin beringas, personel kepolisian berupaya melakukan evakuasi diri. Sebagian anggota terpaksa melompat ke sungai dan berlindung di kawasan hutan untuk menghindari serangan massa yang tidak terkendali, sembari menunggu bantuan pasukan tambahan dari markas komando.

Tragedi ini merenggut nyawa Aipda Yudhie Perdana Putra yang gugur di tempat akibat luka senjata tajam. Sementara itu, Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana yang sempat dinyatakan hilang, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran sungai di sekitar lokasi kejadian setelah melalui proses pencarian intensif.

Pasca kejadian, pihak kepolisian kini terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang terlibat dalam penyerangan tersebut. Tim gabungan Polda Kalimantan Tengah telah berhasil mengamankan satu orang terduga pelaku berinisial S alias A yang ditangkap di sebuah area pertambangan emas. Saat ini, kepolisian berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini dan memastikan seluruh pihak yang terlibat dalam tewasnya ketiga anggota Korps Bhayangkara tersebut diproses hukum secara tegas.

Mengapa Ini Penting

Insiden ini menyoroti tantangan berat dan risiko tinggi yang dihadapi aparat penegak hukum dalam memberantas jaringan narkoba di wilayah terpencil. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya evaluasi prosedur keamanan operasional serta perlunya dukungan teknologi pengawasan yang lebih baik bagi personel di lapangan untuk mencegah jatuhnya korban jiwa.

Sumber Asli
Cnnindonesia
Tanggal
5 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit