Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dijadwalkan untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, dan Presiden Suriah, Ahmad al-Sharaa. Pertemuan ini akan berlangsung di sela-sela agenda KTT NATO yang diselenggarakan di Ankara, Turki, pada hari Rabu mendatang.
Juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, mengonfirmasi rencana pertemuan tersebut saat memberikan keterangan kepada awak media mengenai rangkaian agenda Trump di Turki. Selain dua pemimpin tersebut, Trump juga dijadwalkan untuk melakukan diskusi mendalam dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, pada hari Selasa untuk membahas stabilitas kawasan.
Agenda pertemuan dengan Zelensky menjadi sorotan utama mengingat perang antara Ukraina dan Rusia telah memasuki tahun kelima. Upaya Kyiv untuk mengarahkan kembali perhatian Amerika Serikat terhadap konflik tersebut menjadi prioritas, terutama setelah Zelensky dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, melakukan komunikasi telepon dengan Trump baru-baru ini dalam rangka perayaan kemerdekaan Amerika Serikat.
Dalam pernyataan resminya, Zelensky mengungkapkan bahwa pembicaraan dengan Trump mencakup situasi terkini di garis depan pertempuran. Analisis terbaru menunjukkan bahwa kemajuan pasukan Rusia di lapangan mulai melambat, sementara Ukraina terus meningkatkan intensitas serangan dan menunjukkan kemampuan untuk menjangkau target lebih dalam di wilayah Rusia.
Zelensky menekankan bahwa saat ini terdapat peluang nyata untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan tersebut. Oleh karena itu, diskusi di Ankara diharapkan menjadi kelanjutan strategis dari komunikasi telepon sebelumnya untuk mencari jalan keluar diplomatik yang dapat diterima oleh pihak-pihak terkait guna menghentikan eskalasi militer.
Di sisi lain, pertemuan dengan Presiden Suriah, Ahmad al-Sharaa, menandakan pergeseran fokus Trump terhadap dinamika geopolitik di Timur Tengah. Trump sebelumnya secara terbuka sempat mempertanyakan peran Suriah dalam lanskap keamanan kawasan, sehingga pertemuan ini diprediksi akan membahas keterlibatan Suriah dalam strategi stabilitas regional yang sedang dirancang oleh pemerintah Amerika Serikat.
Sebelum mengakhiri kunjungannya dan kembali ke Amerika Serikat pada hari Rabu, Trump dijadwalkan akan menggelar konferensi pers untuk menyampaikan hasil dari rangkaian pertemuan tingkat tinggi tersebut. Publik internasional menantikan pernyataan resmi terkait arah kebijakan luar negeri Washington terhadap konflik di Ukraina maupun krisis yang melanda Timur Tengah.