TypeScript 7.0 kini tersedia sebagai rilis stabil, dan kehadirannya layak mendapat perhatian mendalam. Berbeda dengan pembaruan yang biasanya menonjolkan sintaks baru atau opsi konfigurasi, versi ini menyasar masalah yang dirasakan setiap pengembang setiap hari: waktu tunggu. Compiler TypeScript ditulis ulang dalam bahasa Go untuk memanfaatkan kode asli, multithreading, dan paralelisme yang lebih baik, sehingga proses build, pengecekan tipe, dan pengalaman editor berjalan jauh lebih cepat. Microsoft melaporkan bahwa TypeScript 7 biasanya 8 hingga 12 kali lebih cepat pada proyek besar. Dalam skenario dengan paralelisme lebih tinggi, hasilnya bisa melampaui angka tersebut.
Benchmark resmi Microsoft membandingkan performa TypeScript 6 dan 7 pada beberapa proyek open-source terkenal. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan: vscode turun dari 125,7 detik menjadi 10,6 detik (11,9x lebih cepat), sentry dari 139,8 detik menjadi 15,7 detik (8,9x lebih cepat), bluesky dari 24,3 detik menjadi 2,8 detik (8,7x lebih cepat), playwright dari 12,8 detik menjadi 1,47 detik (8,7x lebih cepat), dan tldraw dari 11,2 detik menjadi 1,46 detik (7,7x lebih cepat). Peningkatan pada VS Code sangat mencolok; build yang sebelumnya butuh lebih dari dua menit kini selesai dalam sepuluh detik. Dengan menambahkan delapan worker menggunakan flag --checkers, waktu VS Code turun hingga 7,51 detik, atau 16,7x lebih cepat daripada TypeScript 6.
Menariknya, percepatan ini tidak diiringi peningkatan penggunaan memori. Pada proyek-proyek yang diukur, konsumsi memori justru turun antara 6% hingga 26%, tergantung pada kompleksitas proyek. Perbedaan terbesar mungkin terletak pada pengalaman editor. Peningkatan utama bukan hanya pada kecepatan build, tetapi pada loop umpan balik saat coding. TypeScript 7 dilengkapi language server baru berbasis LSP, sehingga fitur seperti autocomplete, error real-time, hover tipe, navigasi kode, dan find references terasa lebih responsif. Microsoft memberikan contoh nyata: di repositori VS Code, membuka file dengan error sebelumnya butuh 17,5 detik sebelum menampilkan diagnosis pertama. Dengan TypeScript 7, waktu tersebut turun di bawah 1,3 detik. Pada proyek kecil, ini terasa nyaman; pada codebase besar atau monorepo, ini bisa mengubah cara kerja pengembang.
TypeScript 7 telah diuji selama lebih dari setahun pada codebase besar, baik di dalam maupun luar Microsoft. Beberapa perusahaan yang disebutkan menggunakan versi ini adalah Slack, Canva, Figma, Vercel, Notion, Sentry, dan Bloomberg, serta tim internal Microsoft yang mengerjakan Teams, Office, PowerBI, dan Xbox. Slack melaporkan pengurangan waktu pengecekan tipe di CI dari 7,5 menit menjadi 1,25 menit. Canva mempercepat waktu munculnya error pertama di editor dari 58 detik menjadi 4,8 detik. Sebuah tim Microsoft mengklaim menghemat sekitar 400 jam waktu CI per bulan. Language server baru mengurangi command gagal lebih dari 80% dan crash lebih dari 60% dibandingkan TypeScript 6.
Untuk instalasi, pengembang dapat menjalankan `npm install -D typescript` dan kemudian `npx tsc`. Secara default, TypeScript 7 menggunakan 4 worker untuk pengecekan tipe. Worker dapat disesuaikan dengan flag `--checkers`, misalnya `npx tsc --checkers 8`. Penyesuaian ini perlu diuji sesuai kemampuan mesin dan proyek, karena worker tambahan bisa mempercepat build namun juga meningkatkan penggunaan memori. Pada runner CI terbatas, sebaiknya lakukan pengukuran sebelum mengubah konfigurasi secara global.
Tidak semua ekosistem dapat bermigrasi langsung ke TypeScript 7.0 karena API programatik stabil belum tersedia; diperkirakan akan hadir di TypeScript 7.1. Hal ini memengaruhi alat dan framework yang bergantung langsung pada API TypeScript, seperti Vue, Astro, Svelte, MDX, beberapa alur kerja Angular, Volar, dan typescript-eslint. Untuk kasus-kasus tersebut, Microsoft menyarankan menjalankan TypeScript 6 dan 7 berdampingan. Contohnya dalam berkas package.json: "@typescript/native": "npm:typescript@^7.0.2", "typescript": "npm:@typescript/typescript6@^6.0.2". Pendekatan ini memungkinkan alat lama tetap berfungsi sambil memanfaatkan peningkatan performa di tempat lain.
Bagi pengembang di Indonesia, rilis ini sangat relevan karena banyak tim masih mengandalkan CI untuk pengecekan tipe akibat keterbatasan sumber daya lokal. TypeScript 7 membuat pengecekan tipe praktis dilakukan secara lokal, sehingga mengurangi ketergantungan pada CI dan mempercepat siklus pengembangan. Peningkatan ini tidak hanya mempercepat penulisan kode, tetapi juga meningkatkan kualitas kode melalui umpan balik yang lebih cepat, yang pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing pengembang dan perusahaan teknologi lokal di kancah global. Selamat kepada tim TypeScript atas kerja keras mereka dalam menulis ulang compiler inti dalam Go, sebuah langkah yang mungkin menginspirasi bahasa dan alat pengembangan lainnya di masa depan.