Berita

UGM dan Kagama Serahkan 26 Hunian Sementara bagi Korban Banjir Bandang di Aceh Tamiang

UGM dan Kagama Serahkan 26 Hunian Sementara bagi Korban Banjir Bandang di Aceh Tamiang

Ringkasan

  • UGM dan Kagama menyerahkan 26 hunian sementara bagi warga terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang, memanfaatkan material kayu bekas.

Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) secara resmi menyerahkan 26 unit hunian sementara (huntara) kepada warga terdampak banjir bandang di Kampung Sekumur, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pada Ahad, 5 Juli 2026. Bantuan ini ditujukan bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal pasca bencana banjir dan hujan ekstrem yang melanda wilayah tersebut pada November tahun lalu.

Sebelum terealisasinya pembangunan huntara ini, warga Kampung Sekumur terpaksa bertahan hidup di tenda-tenda pengungsian selama berbulan-bulan. Kondisi cuaca yang tidak menentu, mulai dari panas terik hingga hujan lebat, membuat para penyintas, terutama lansia dan anak-anak, sangat rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan selama masa pengungsian.

Rektor UGM, Ova Emilia, menjelaskan bahwa pemilihan Kampung Sekumur sebagai lokasi prioritas didasarkan pada hasil pemetaan mendalam yang dilakukan bersama Kagama Aceh. Wilayah ini dinilai sebagai kawasan dengan tingkat kerusakan paling parah dan memiliki aksesibilitas yang sangat terbatas, sehingga memerlukan intervensi bantuan yang lebih intensif dibandingkan wilayah lainnya.

Salah satu aspek inovatif dalam pembangunan hunian ini adalah pemanfaatan material kayu bekas yang hanyut terbawa banjir. Material tersebut diolah kembali menjadi struktur utama rumah sementara, sebuah langkah yang tidak hanya menekan biaya pembangunan tetapi juga mencerminkan prinsip keberlanjutan dan pemanfaatan sumber daya lokal dalam pemulihan pascabencana.

Bagi warga seperti Sariyah (60) dan Mardiah (40), kehadiran huntara ini menjadi harapan baru setelah mereka kehilangan aset berharga, mulai dari tempat tinggal hingga lahan perkebunan sawit sebagai sumber penghasilan utama. Sariyah mengungkapkan rasa syukurnya karena kini dapat memiliki tempat bernaung yang layak, setelah sebelumnya harus berjuang menghadapi kondisi kesehatan yang menurun akibat tinggal di tenda darurat.

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Kagama, Nezar Patria, menegaskan bahwa proyek ini merupakan wujud nyata semangat gotong royong para alumni UGM di seluruh Indonesia. Selain fokus pada hunian sementara, Kagama juga berkomitmen untuk melakukan rehabilitasi fasilitas pendidikan, termasuk perbaikan sekolah dan penyediaan perlengkapan belajar bagi anak-anak di Aceh Tamiang dan Aceh Timur agar proses pendidikan tetap berjalan pascabencana.

Mengapa Ini Penting

Inisiatif ini menunjukkan peran strategis institusi pendidikan dan jaringan alumni dalam merespons krisis kemanusiaan melalui pendekatan berbasis komunitas. Pemanfaatan material lokal untuk hunian sementara menjadi model efisien bagi penanganan bencana di daerah terpencil yang memiliki keterbatasan akses logistik.

Sumber Asli
Tekno
Tanggal
6 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit