Teknologi

Universitas Indonesia Kembangkan Limbah Sekam Padi Jadi Material Baterai EV

Universitas Indonesia Kembangkan Limbah Sekam Padi Jadi Material Baterai EV

Ringkasan

  • Universitas Indonesia mengembangkan inovasi pengolahan limbah sekam padi menjadi material katoda baterai kendaraan listrik yang lebih efisien.

Universitas Indonesia (UI) kembali mencatatkan terobosan inovatif dalam bidang teknologi energi terbarukan. Melalui riset mendalam di Fakultas Teknik (FTUI), limbah pertanian berupa sekam padi kini berhasil diolah menjadi komponen krusial untuk baterai kendaraan listrik. Inovasi ini diharapkan mampu menjawab tantangan penyediaan material baterai yang lebih efisien sekaligus mendukung transisi energi hijau di Indonesia.

Penelitian ini merupakan inti dari disertasi Fiona Angellinnov, lulusan Program Doktor Departemen Teknik Metalurgi dan Material FTUI, yang berjudul “Pemanfaatan Sekam Padi sebagai Sumber Karbon dan Silika untuk Memodifikasi NMC811 Berdoping Natrium Sebagai Katoda Baterai Ion Litium”. Dalam pemaparannya, Fiona menjelaskan bahwa sekam padi memiliki potensi besar sebagai sumber karbon dan silika yang dapat meningkatkan performa katoda pada baterai ion litium.

Proses rekayasa material yang dilakukan melibatkan pengolahan sekam padi menjadi material silika dan karbon untuk memodifikasi katoda tipe NMC811 (Lithium Nickel Manganese Cobalt Oxide) dengan doping natrium. Pendekatan ini terbukti mampu meningkatkan stabilitas struktur serta kinerja elektrokimia baterai secara signifikan, sehingga menghasilkan produk penyimpanan daya yang lebih awet dan efisien.

Fiona menekankan bahwa pemilihan sekam padi didasarkan pada melimpahnya biomassa tersebut di Indonesia. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal, riset ini tidak hanya menawarkan solusi teknologi, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi pada limbah pertanian yang selama ini belum dioptimalkan secara maksimal untuk kebutuhan industri berteknologi tinggi.

Dekan FTUI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian ini. Menurutnya, riset tersebut merefleksikan komitmen FTUI dalam menghasilkan solusi nyata terhadap isu global melalui integrasi aspek keberlanjutan dan inovasi teknologi. Penelitian ini dipandang sebagai langkah strategis bagi Indonesia dalam memperkuat kemandirian rantai pasok ekosistem kendaraan listrik nasional.

Lebih jauh, temuan ini menjadi bukti nyata bahwa hilirisasi riset di lingkungan kampus dapat menjawab kebutuhan strategis bangsa. Dengan terus mendorong inovasi berbasis sumber daya lokal, UI berharap dapat berkontribusi aktif dalam agenda transisi energi berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun global, sekaligus menempatkan Indonesia sebagai pemain kunci dalam industri baterai masa depan.

Mengapa Ini Penting

Inovasi ini sangat krusial karena mengurangi ketergantungan Indonesia pada bahan impor untuk produksi baterai kendaraan listrik dengan memanfaatkan kekayaan biomassa lokal. Selain mendukung transisi energi, terobosan ini meningkatkan nilai ekonomi limbah pertanian dan memperkuat daya saing ekosistem industri EV nasional di pasar global.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
7 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit