Berita

Wamen LH Tegaskan Kebakaran TPA Jatiwaringin Bukan Tontonan Warga

Wamen LH Tegaskan Kebakaran TPA Jatiwaringin Bukan Tontonan Warga

Ringkasan

  • Wakil Menteri LH Diaz Hendropriyono melarang warga mendekati lokasi kebakaran TPA Jatiwaringin karena risiko paparan polutan berbahaya bagi kesehatan.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup (LH) Diaz Hendropriyono mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat agar tidak mendatangi lokasi kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Ia menekankan bahwa area tersebut bukanlah lokasi wisata atau hiburan, melainkan zona berbahaya yang harus disterilkan dari aktivitas warga.

Dalam kunjungannya ke lokasi kejadian pada Sabtu (4/7), Diaz menyoroti fenomena warga yang berkumpul hanya untuk menyaksikan proses pemadaman. Ia menegaskan bahwa kerumunan tersebut tidak hanya menghambat operasional petugas di lapangan, tetapi juga membahayakan keselamatan diri masyarakat itu sendiri mengingat kondisi udara yang buruk akibat paparan asap timbunan sampah.

Diaz merinci bahwa warga yang berada dalam radius 1,7 kilometer dari titik api memiliki risiko tinggi terpapar polutan berbahaya. Oleh karena itu, ia telah menginstruksikan Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk segera melakukan evakuasi terhadap warga yang bermukim di zona paling terdampak demi meminimalisir dampak kesehatan jangka panjang.

Asap hasil kebakaran sampah di TPA Jatiwaringin mengandung berbagai senyawa beracun yang mengkhawatirkan. Menurut Diaz, paparan polutan tersebut dapat memicu gangguan kesehatan serius, mulai dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga paparan zat karsinogenik yang berisiko memicu penyakit kronis bagi masyarakat yang menghirup udara terkontaminasi secara terus-menerus.

Bagi warga yang terpaksa masih beraktivitas atau belum bisa dievakuasi dari kawasan sekitar TPA, pemerintah mengimbau penggunaan alat pelindung diri secara ketat. Diaz menekankan pentingnya penggunaan masker berkualitas tinggi untuk menyaring partikel berbahaya guna mengurangi risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh polusi udara dari kebakaran tersebut.

Hingga Sabtu (4/7), upaya pemadaman kebakaran yang telah berlangsung sejak Selasa (30/6) masih terus diintensifkan. Tim gabungan yang terdiri dari petugas pemadam kebakaran, personel Manggala Agni, serta bantuan helikopter water bombing dikerahkan untuk memadamkan api yang sulit dijinakkan akibat tumpukan sampah yang tebal dan kondisi cuaca di lapangan.

Mengapa Ini Penting

Insiden ini menyoroti kerentanan manajemen TPA di Indonesia terhadap risiko kebakaran yang berdampak langsung pada kesehatan publik. Penting bagi pemerintah untuk mengintegrasikan teknologi deteksi dini kebakaran dan sistem manajemen sampah yang lebih aman guna mencegah krisis kesehatan serupa di masa depan.

Sumber Asli
Cnnindonesia
Tanggal
4 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit