Kabar gembira bagi para pencinta kuliner otentik, Warong Nasi Pariaman, institusi nasi padang tertua di Singapura, secara mengejutkan mengumumkan kembalinya mereka ke kancah kuliner. Setelah menutup gerai legendarisnya di North Bridge Road pada Januari lalu, tempat makan yang telah beroperasi selama 78 tahun ini akan hadir kembali melalui konsep pop-up booth dalam acara The Great Food Assembly.
Festival kuliner yang akan diselenggarakan di Suntec Singapore Convention & Exhibition Centre tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni mulai 3 hingga 5 Juli mendatang. Kehadiran Warong Nasi Pariaman di acara ini menjadi momen yang sangat dinantikan oleh pelanggan setia, mengingat penutupan gerai permanen mereka beberapa bulan lalu sempat meninggalkan kesan mendalam bagi banyak pihak.
Lenny Emrin, co-owner generasi ketiga dari Warong Nasi Pariaman, mengungkapkan bahwa keputusan untuk berpartisipasi dalam festival ini bermula dari undangan pihak penyelenggara. Menurutnya, acara ini merupakan momentum yang tepat untuk kembali menyapa pelanggan yang selama ini merindukan cita rasa resep tradisional warisan keluarga Haji Isrin, pendiri usaha ini sejak tahun 1948.
Lebih dari sekadar menyajikan hidangan, Lenny menyatakan bahwa interaksi dengan pelanggan adalah hal yang paling dirindukan oleh keluarganya. Selama tujuh dekade lebih beroperasi, hubungan yang terjalin antara pemilik dan pelanggan telah berkembang melampaui sekadar transaksi jual beli, melainkan sudah seperti keluarga dan sahabat dekat yang tumbuh bersama dari berbagai generasi.
The Great Food Assembly sendiri menjadi ajang yang mempertemukan berbagai jenama kuliner halal dan milik pengusaha Muslim di Singapura. Meskipun beberapa peserta festival memilih untuk membangun replika restoran mini dengan dekorasi lengkap, Warong Nasi Pariaman akan hadir dengan konsep booth standar, namun tetap menonjolkan esensi warisan kuliner Minang yang kaya akan tradisi.
Keputusan untuk tampil kembali meski hanya dalam durasi singkat menunjukkan betapa kuatnya ikatan emosional antara sebuah usaha kuliner legendaris dengan komunitasnya. Bagi banyak pelanggan, kehadiran kembali Warong Nasi Pariaman di festival ini bukan hanya soal makanan, melainkan kesempatan untuk mengenang kembali sejarah panjang salah satu pionir nasi padang di luar Indonesia yang telah menjadi bagian dari identitas kuliner lintas negara.