Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mengonfirmasi munculnya satu kasus penyakit akibat virus Marburg di Distrik Kyegegwa, Uganda bagian barat. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam sesi taklimat media yang berlangsung di Jenewa pada Kamis (2/7).
Deteksi awal kasus ini berawal dari sistem pengawasan penyakit yang diperketat, yang sebelumnya dioptimalkan untuk memantau penyebaran virus Ebola di wilayah tersebut. Otoritas kesehatan Uganda melaporkan temuan positif ini kepada WHO pada 30 Juni, menyusul nihilnya laporan kasus Ebola baru di negara tersebut sejak 21 Juni lalu.
Sebagai langkah mitigasi, pihak otoritas kesehatan setempat saat ini tengah melakukan pemantauan ketat terhadap seluruh individu yang sempat melakukan kontak dengan pasien terkonfirmasi. Hingga saat ini, WHO melaporkan bahwa belum ada satu pun individu yang dipantau tersebut menunjukkan gejala klinis terkait virus Marburg.
WHO terus memberikan dukungan penuh kepada pemerintah Uganda untuk melakukan investigasi mendalam guna melacak sumber paparan virus. Selain itu, upaya evaluasi risiko kesehatan masyarakat serta pelibatan warga lokal menjadi prioritas utama guna mencegah terjadinya transmisi yang lebih luas di tengah masyarakat.
Berdasarkan data WHO, penyakit virus Marburg (MVD) merupakan penyakit demam berdarah yang memiliki tingkat fatalitas cukup tinggi, dengan rata-rata kematian mencapai 50 persen. Meski demikian, catatan historis menunjukkan angka fatalitas dalam wabah sebelumnya bisa bervariasi antara 24 persen hingga 88 persen, tergantung pada kecepatan penanganan medis.
Hingga saat ini, belum terdapat vaksin atau terapi antivirus khusus yang disetujui untuk mengobati MVD. Pengobatan saat ini masih berfokus pada perawatan suportif dini, termasuk rehidrasi dan manajemen gejala untuk meningkatkan peluang kesembuhan pasien. WHO menyatakan akan terus memantau situasi ini dan menjalin koordinasi intensif dengan otoritas Uganda untuk memastikan penyebaran virus dapat dikendalikan.