Turnamen tenis bergengsi Wimbledon tahun ini menyambut para penggemar dengan inovasi minuman khas terbaru bernama 'Centre Court Cooler'. Minuman berbasis gin yang dipadukan dengan sari lemon, mentimun, dan bunga elder ini diharapkan dapat memberikan penyegaran bagi lebih dari 500.000 pengunjung yang akan memadati All England Club selama dua pekan ke depan.
Michelle Dite, Direktur Operasional All England Club, menyatakan bahwa peluncuran menu baru ini merupakan hasil evaluasi tahunan untuk memastikan pengalaman pengunjung tetap luar biasa. Wimbledon sendiri mengelola operasi katering olahraga tahunan terbesar di Eropa, dengan dukungan 55 dapur dan 292 staf kuliner yang siap melayani kebutuhan ribuan penonton setiap harinya.
Selain koktail baru seharga £12,80, penyelenggara telah memproyeksikan konsumsi fantastis selama turnamen, termasuk 345.000 gelas Pimm’s dan 2,5 juta stroberi dengan 17.363 liter krim. Data tersebut mencerminkan skala logistik yang masif, di mana diperkirakan akan ada 315.000 porsi makanan restoran, 19.000 porsi ikan dan keripik, serta 27.000 piza yang terjual.
Namun, para pengunjung harus bersiap menghadapi penyesuaian harga akibat inflasi yang melanda. Harga satu wadah stroberi kini dibanderol £2,85, naik 15 pence dari tahun lalu, sementara segelas Pimm’s mengalami kenaikan cukup signifikan sebesar £1,20 menjadi £13,45. Meski harga naik, pasokan stroberi tetap didatangkan dari Hugh Lowe Farms di Kent untuk menjaga kualitas tradisional yang menjadi ikon turnamen.
Dari sisi teknis pertandingan, penyelenggara melakukan pembaruan pada sistem panggilan garis elektronik (electronic line-calling). Setelah menerima masukan mengenai kendala audio, sistem kini dilengkapi dengan indikator visual pada papan skor yang menampilkan tulisan 'out' dan 'fault', memastikan pemain dan penonton mendapatkan informasi yang akurat secara real-time.
Di luar lapangan, ajang tahun ini juga akan menjadi panggung kembalinya juara Grand Slam 23 kali, Serena Williams, setelah absen selama empat tahun. Selain itu, pihak penyelenggara juga berupaya meningkatkan produktivitas sistem penjualan tiket kembali (resale) agar kursi-kursi kosong dapat segera terisi oleh penggemar lain, sehingga atmosfer pertandingan tetap terjaga maksimal sepanjang hari.