Hong Kong merayakan peringatan 29 tahun kembalinya wilayah tersebut ke bawah kedaulatan Tiongkok dengan meriah pada hari Rabu. Perayaan ini disambut antusias oleh ribuan wisatawan asal Tiongkok daratan yang memadati berbagai landmark ikonik di seluruh penjuru kota. Suasana kota tampak semarak dengan hiasan bendera nasional merah dan spanduk perayaan yang terpasang di berbagai sudut strategis, menciptakan atmosfer patriotik yang kental.
Antusiasme para pengunjung dipicu oleh serangkaian promosi menarik yang ditawarkan oleh pemerintah dan sektor swasta setempat. Program ini mencakup layanan transportasi gratis seperti perjalanan feri, akses masuk tanpa biaya ke sejumlah museum ternama, hingga potongan harga khusus hingga 29 persen untuk sektor ritel dan kuliner. Kebijakan ini terbukti efektif dalam menarik minat wisatawan untuk menghabiskan waktu dan berbelanja di Hong Kong.
Di sepanjang kawasan Tsim Sha Tsui, kerumunan massa terlihat memadati area promenade untuk mengabadikan pemandangan cakrawala kota serta menyaksikan parade perahu nelayan yang melintas. Salah satu pengunjung, Cai Shujuan (62) asal Provinsi Hubei, mengungkapkan kegembiraannya. Ia menyebut bahwa atmosfer perayaan tahun ini sangat hidup dan memberikan kesan mendalam bagi para wisatawan yang datang untuk merayakan momen bersejarah tersebut.
Bagi Cai, kunjungan ini bukan sekadar perjalanan wisata biasa, melainkan bentuk apresiasi terhadap stabilitas Hong Kong. Ia menyatakan bahwa kembalinya kota ini ke pelukan ibu pertiwi merupakan hal yang patut dirayakan dengan penuh sukacita. Sentimen positif ini juga dirasakan oleh banyak wisatawan lainnya yang memanfaatkan momen liburan untuk menikmati berbagai fasilitas publik yang kini bisa diakses secara cuma-cuma.
Sektor transportasi menjadi salah satu titik pusat keramaian, di mana rombongan turis memadati dermaga feri Tsim Sha Tsui untuk menikmati perjalanan gratis melintasi Victoria Harbour. Tidak hanya itu, perusahaan energi Sinopec turut berpartisipasi dengan mendirikan stan khusus yang membagikan suvenir kepada para penumpang, menambah kemeriahan suasana di titik-titik transit utama.
Tang Liye (50), seorang pekerja lepas asal Guangdong, mengaku sangat menikmati perjalanannya dari Tsim Sha Tsui menuju Wan Chai. Ia menghabiskan waktu dengan merekam keindahan Pelabuhan Victoria melalui ponselnya untuk dibagikan kepada keluarga di rumah. Pengalaman positif para wisatawan ini diharapkan dapat terus memperkuat hubungan pariwisata antara Hong Kong dan Tiongkok daratan di masa depan.