XCMG Group terus memperluas jaringan pendidikan vokasi dan pelatihan kejuruan di pasar global untuk menyiapkan tenaga kerja terampil yang siap menghadapi tantangan masa depan. Upaya ini terlihat dari penyelenggaraan “Fifth XCMG Cup Construction Machinery Maintenance Skills Competition” yang untuk pertama kalinya diadakan di luar Tiongkok, tepatnya di Thailand, Uzbekistan, dan Indonesia pada akhir Juni lalu. Kompetisi tersebut melibatkan 150 peserta dari Tiongkok dan 62 peserta dari berbagai negara, sekaligus menjadi uji coba pertama penerapan sistem sertifikasi global "1+3+X" milik XCMG di luar negeri.
Sistem "1+3+X" yang diterapkan XCMG memungkinkan peserta memperoleh dua sertifikat sekaligus melalui satu kali ujian, sebuah terobosan yang disebut perusahaan sebagai mekanisme sertifikasi ganda. Melalui skema ini, peserta dapat memegang "Junior-level Machinery Industry Vocational Competency Certificate" dan "XCMG Global Service Engineer Skill Level Certificate" secara bersamaan. Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan teknis, tetapi juga mendorong pertukaran pengetahuan, peningkatan kompetensi layanan, serta kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri di berbagai pasar.
Hingga kini, program pendidikan dan pelatihan XCMG telah menjangkau lebih dari 50 negara, melatih lebih dari 3.000 tenaga terampil, menerbitkan 158 sertifikat internasional, serta mengembangkan lebih dari 20 program pelatihan yang melibatkan mitra di berbagai wilayah. Di Indonesia, XCMG meresmikan Global Service Engineer Certification Station (Indonesia) dan Craftsman Academy (Cabang Indonesia) pada 26 Mei 2026. Kedua fasilitas tersebut dirancang untuk menilai kompetensi, memberikan sertifikasi keterampilan, serta meningkatkan kemampuan teknisi layanan lokal. Proses evaluasi mencakup penguasaan teori, kemampuan pemecahan masalah, pengoperasian dan pengujian peralatan, hingga kompetensi kerja secara menyeluruh. Peserta yang memenuhi standar akan memperoleh sertifikat keterampilan yang berlaku secara global.
Craftsman Academy (Cabang Indonesia) menyediakan pelatihan rutin bagi karyawan baru, program peningkatan kompetensi bagi karyawan aktif, serta berbagai kegiatan kerja sama antara industri dan institusi pendidikan. Kurikulumnya disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan skenario pemeliharaan alat berat di pasar lokal sehingga membentuk jalur pengembangan yang berkesinambungan mulai dari tingkat dasar hingga teknisi profesional. Kedua platform tersebut menyatukan pengembangan kompetensi dengan sistem sertifikasi yang terstandardisasi guna memperkuat kualitas layanan di pasar lokal.
“Melalui program pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal, sertifikasi keterampilan, dan pengembangan lintasbudaya, kami membantu karyawan serta mitra meningkatkan kompetensi sekaligus memperluas peluang karier mereka,” ujar Li Qiankun, Asisten Manajer Umum XCMG Indonesia Region. “Program ini juga mendukung penerapan standar layanan XCMG yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing pasar sehingga dapat menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pelanggan.”
Model pengembangan talenta ini kemudian diperluas ke Uzbekistan pada 20 Juni 2026. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi XCMG dalam membangun sistem layanan global yang tidak hanya berfokus pada ekspor produk, namun juga ekspor standar, sistem, dan keahlian, serta mendukung pertumbuhan industri alat berat di Asia Tengah.
Di Brasil, XCMG juga mengembangkan jalur karier bagi generasi muda melalui berbagai program magang. Saat ini, lebih dari 80 profesional muda bekerja di berbagai divisi XCMG Brasil, mulai dari manufaktur, riset dan pengembangan, pemasaran, hingga layanan purnajual. Perusahaan menjalin kerja sama jangka panjang dengan institusi pendidikan Instituto Federal (IF) dan jaringan pendidikan vokasi SENAI. Melalui kombinasi pembelajaran di kelas dan praktik langsung di lapangan, peserta memperoleh keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri, serta memahami perkembangan sektor alat berat dan operasional perusahaan.
Selain itu, XCMG menjalankan program pengembangan keterampilan internasional yang memberikan kesempatan kepada teknisi muda terbaik dari Brasil untuk mengikuti pelatihan khusus selama enam bulan di Tiongkok. Program tersebut mencakup pengoperasian peralatan, pemeliharaan, dan layanan teknis secara menyeluruh. Melalui berbagai inisiatif tersebut, XCMG tidak hanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor alat berat dan pertambangan, melainkan juga membangun ekosistem talenta lokal yang berkelanjutan. Upaya ini diharapkan dapat mendukung perkembangan industri dan membekali tenaga kerja terampil agar siap menghadapi kebutuhan masa depan.
Dari perspektif Indonesia, inisiatif XCMG ini sangat relevan karena industri alat berat di dalam negeri terus tumbuh seiring dengan proyek infrastruktur pemerintah dan ekspansi sektor pertambangan. Meskipun demikian, ketersediaan tenaga teknis yang terampil masih menjadi kendala bagi banyak perusahaan. Kehadiran fasilitas sertifikasi dan pelatihan di Indonesia dapat mengisi kesenjangan tersebut, sekaligus memberikan jalur karier yang jelas bagi generasi muda Indonesia. Selain itu, skema sertifikasi ganda yang diterapkan XCMG dapat menjadi acuan bagi regulator dan institusi pendidikan vokasi lokal dalam merancang program yang diakui secara internasional.
Dengan jangkauan global yang semakin luas, XCMG tidak hanya mengekspor produk, tetapi juga standar, sistem, dan keahlian yang dapat meningkatkan daya saing industri alat berat di berbagai negara. Di masa depan, diharapkan lebih banyak negara, termasuk Indonesia, dapat memanfaatkan program-program ini untuk membangun tenaga kerja yang kompeten dan siap menghadapi era otomatisasi serta teknologi canggih.