Presiden China, Xi Jinping, menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi secara erat dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, guna membangun hubungan bilateral yang lebih stabil dan berjangka panjang. Komitmen ini disampaikan sebagai respons atas pesan ucapan selamat yang dikirimkan oleh Kim Jong Un dalam rangka merayakan peringatan 105 tahun berdirinya Partai Komunis China (CCP).
Dalam pesan resmi yang dilaporkan oleh kantor berita pemerintah Korea Utara, KCNA, Xi Jinping menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan tersebut. Ia menegaskan bahwa Partai Buruh Korea dan Partai Komunis China berbagi landasan ideologis yang sama sebagai partai penguasa yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip Marxisme. Kedekatan ideologis ini menjadi pondasi bagi kedua negara dalam mempererat kerja sama politik.
Lebih lanjut, Xi menyatakan tekadnya untuk memimpin hubungan China-Korea Utara ke arah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Menurutnya, stabilitas hubungan ini sangat krusial untuk mendukung kemajuan perjuangan sosialisme di masing-masing negara. Fokus utama dari kerja sama ini adalah menjaga kesinambungan kebijakan yang saling menguntungkan bagi kedua pihak.
Langkah diplomatik ini semakin mengukuhkan posisi China sebagai sekutu utama Korea Utara di tengah dinamika geopolitik kawasan Asia Timur yang terus berkembang. Hubungan yang erat antara Beijing dan Pyongyang kerap kali menjadi perhatian dunia, mengingat peran strategis China dalam memberikan stabilitas ekonomi dan politik bagi Korea Utara di tengah sanksi internasional.
Perlu dicatat bahwa tahun ini memiliki makna sejarah yang signifikan bagi kedua negara, yakni peringatan 65 tahun Perjanjian Persahabatan, Kerja Sama, dan Bantuan Timbal Balik China-Korea Utara yang ditandatangani pada 11 Juli. Momentum ini dimanfaatkan oleh kedua pemimpin untuk menegaskan kembali komitmen mereka dalam mempererat tali persaudaraan yang telah terjalin selama puluhan tahun.
Sebelumnya, Xi Jinping juga telah melakukan kunjungan kenegaraan ke Pyongyang pada Juni lalu. Kunjungan tersebut merupakan kunjungan pertama pemimpin China ke negara tetangganya tersebut dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir, yang menandai fase baru dalam diplomasi tingkat tinggi antara Beijing dan Pyongyang di tengah tantangan keamanan global.