YouTube resmi mengumumkan pembaruan signifikan untuk platform video pendeknya, YouTube Shorts, yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan. Salah satu perubahan paling mencolok adalah penambahan fitur pengaturan kecepatan pemutaran. Kini, pengguna dapat menggandakan kecepatan video hingga dua kali lipat, sebuah langkah yang diklaim YouTube bertujuan membantu audiens dalam menyerap informasi dengan lebih cepat atau menemukan bagian video favorit mereka tanpa harus memutar seluruh durasi.
Selain pengaturan kecepatan, YouTube melakukan perubahan drastis pada sistem interaksi konten. Tombol 'dislike' atau tidak suka kini resmi dihilangkan dari antarmuka Shorts. Sebagai gantinya, platform mendorong pengguna untuk menggunakan opsi 'Not Interested' atau 'Don’t recommend this channel' untuk memfilter konten yang tidak diinginkan. Sementara itu, tombol 'like' yang sebelumnya berbentuk jempol ke atas kini digantikan dengan ikon hati, yang mencerminkan upaya YouTube dalam menciptakan ekosistem interaksi yang lebih positif dan ramah bagi kreator maupun penonton.
Untuk memanjakan mata pengguna, YouTube juga memperkenalkan fitur 'Clear Screen mode'. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menyembunyikan seluruh ikon, teks, dan elemen antarmuka yang mengambang di layar. Dengan mode ini, penonton dapat menikmati konten video secara utuh tanpa gangguan visual, memberikan pengalaman menonton yang lebih imersif dan bersih, terutama bagi mereka yang ingin fokus sepenuhnya pada konten yang sedang diputar.
Perubahan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan YouTube untuk menjadikan Shorts lebih intuitif. Meskipun YouTube tergolong terlambat memasuki pasar video pendek dibandingkan kompetitor seperti TikTok dan Instagram Reels, platform ini telah menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat. CEO YouTube, Neal Mohan, bahkan sempat mengungkapkan bahwa Shorts berhasil mencatatkan rata-rata 200 miliar penayangan harian per Juni 2025 lalu.
Data tambahan menunjukkan pergeseran pola konsumsi konten video pendek. Laporan terbaru mengindikasikan bahwa Shorts kini semakin populer di layar televisi, dengan total konsumsi mencapai 2 miliar jam per bulan. Tren ini menunjukkan bahwa format video durasi pendek tidak lagi terbatas pada perangkat seluler, melainkan telah merambah ke perangkat layar lebar di ruang keluarga.
YouTube menyatakan bahwa seluruh pembaruan ini akan digulirkan secara bertahap kepada seluruh pengguna di seluruh dunia. Kendati demikian, pihak perusahaan belum memberikan jadwal spesifik mengenai kapan fitur-fitur baru tersebut akan tersedia secara merata. Langkah ini menegaskan komitmen YouTube untuk terus bersaing di kancah video pendek global dengan mengedepankan kemudahan akses dan kenyamanan audiens.