Sebanyak 450 prajurit TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) 117 Ksatria Yudha, Kodam Iskandar Muda, resmi diberangkatkan untuk menjalankan misi pengamanan perbatasan (Pamtas) Republik Indonesia dengan Papua Nugini. Upacara pemberangkatan yang berlangsung khidmat tersebut dilaksanakan di Pelabuhan Umum Krueng Geukuh, Aceh Utara, pada Kamis, 2 Juli 2026.
Para prajurit ini akan menempuh perjalanan laut menggunakan KRI Banjarmasin-592 menuju Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. Penugasan ini merupakan bagian dari rotasi rutin yang dilakukan oleh markas besar TNI untuk memastikan kedaulatan wilayah di titik-titik terluar Indonesia tetap terjaga dengan baik.
Selama 12 bulan ke depan, personel yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Pamtas ini akan menempati pos-pos penjagaan strategis di sepanjang garis perbatasan. Kehadiran mereka diharapkan mampu meminimalisir potensi gangguan keamanan serta memantau pergerakan lintas batas ilegal yang kerap terjadi di wilayah tersebut.
Suasana haru menyelimuti momen pelepasan di pelabuhan ketika para prajurit berpamitan dengan pihak keluarga. Meski harus meninggalkan keluarga dalam waktu yang cukup lama, semangat pengabdian para prajurit Yonif 117 Ksatria Yudha tetap tinggi demi mengemban amanah negara dalam menjaga keutuhan NKRI.
Selain fokus pada aspek pertahanan dan pengamanan wilayah, Satgas Pamtas RI-PNG juga memiliki peran dalam mendukung stabilitas sosial di wilayah penugasan. Mereka dipersiapkan untuk berinteraksi dengan masyarakat lokal, membantu pembangunan di daerah tertinggal, serta memastikan kehadiran negara dirasakan langsung oleh warga di perbatasan.
Komando Daerah Militer Iskandar Muda telah memastikan seluruh personel yang diberangkatkan telah melalui rangkaian pelatihan intensif dan pemeriksaan kesehatan yang ketat. Kesiapan mental dan fisik menjadi prioritas utama agar para prajurit dapat menjalankan tugas selama setahun penuh di medan yang memiliki karakteristik geografis cukup menantang.