Sebanyak 82 persen pemilik unit di kompleks perumahan Wang Fuk Court, Hong Kong, telah menyatakan persetujuan atas tawaran pembelian kembali yang diajukan oleh pemerintah. Langkah ini dilakukan tepat sehari sebelum batas waktu yang ditentukan untuk mendapatkan prioritas pemilihan unit hunian baru dalam skema penjualan khusus yang disiapkan pemerintah setempat.
Biro Perumahan Hong Kong dalam pernyataan resminya pada hari Senin mengungkapkan bahwa mereka telah menerima 1.635 surat pernyataan kesediaan dari pemilik unit. Angka ini mencakup sekitar 82,4 persen dari total keseluruhan unit yang tersebar di delapan blok bangunan di kompleks tersebut. Data ini menunjukkan respons positif dari para warga terhadap program pemulihan pasca-bencana yang diinisiasi pemerintah.
Secara rinci, Biro Perumahan menjelaskan bahwa 1.429 surat berasal dari tujuh blok utama, yakni Blok A hingga G, yang mencapai 82,3 persen dari total unit di gedung-gedungkit. Sementara itu, 206 surat lainnya berasal dari Wang Chi House atau Blok H, mencakup 83 persen dari total unit di blok tersebut. Pemerintah menilai progres ini sangat baik mengingat kompleksitas dalam proses negosiasi properti berskala besar.
Kompleks Wang Fuk Court sendiri mengalami tragedi kebakaran hebat pada tanggal 26 November tahun lalu. Insiden nahas tersebut melanda tujuh dari delapan blok bangunan, menelan 168 korban jiwa termasuk seorang petugas pemadam kebakaran, serta menyebabkan sekitar 5.000 warga kehilangan tempat tinggal. Kebakaran tersebut tercatat sebagai salah satu tragedi perumahan paling mematikan dalam sejarah Hong Kong modern.
Sebagai respons atas bencana tersebut, pemerintah Hong Kong pada Februari lalu mengumumkan rencana pengalokasian dana sebesar HK$6,8 miliar atau setara US$867 juta untuk mengakuisisi unit-unit hunian yang terdampak. Dana tersebut terdiri dari HK$4 miliar yang berasal dari pajak masyarakat dan HK$2,8 miliar dari dana dukungan yang dihimpun melalui donasi publik. Skema ini dirancang untuk memberikan kepastian tempat tinggal bagi para penyintas.
Setelah melepas kepemilikan unit kepada pemerintah dan menerima pembayaran tunai, para pemilik dari delapan blok tersebut memiliki fleksibilitas untuk menentukan langkah selanjutnya. Mereka dapat membeli properti di pasar umum atau mengikuti program penjualan khusus pemerintah untuk mendapatkan unit hunian bersubsidi baru dengan skema pembayaran tunai maupun sistem tukar guling unit, yang memberikan jaminan stabilitas jangka panjang bagi mereka yang terdampak.