Berita

Perkuat Kompetensi Global, 98 Mahasiswa Unnes Jalani Praktik Mengajar di Enam Negara

Perkuat Kompetensi Global, 98 Mahasiswa Unnes Jalani Praktik Mengajar di Enam Negara

Ringkasan

  • Sebanyak 98 mahasiswa Unnes dikirim ke enam negara melalui program Lantip Internasional untuk praktik mengajar dan memperkuat kompetensi global.

Semarang – Universitas Negeri Semarang (Unnes) secara resmi melepas 98 mahasiswanya untuk mengikuti program praktik mengajar di luar negeri melalui skema Lantip Internasional. Para mahasiswa terpilih ini akan disebar ke enam negara tujuan, yakni Malaysia, Filipina, Australia, Thailand, Arab Saudi, dan Mesir, untuk menjalankan tugas kependidikan sekaligus memperluas wawasan akademik mereka di kancah global.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unnes, Zaenuri, menegaskan bahwa para peserta program ini merupakan representasi institusi di tingkat internasional. Dalam pelepasan tersebut, ia menekankan pentingnya menjaga nama baik universitas dengan menunjukkan profesionalisme, etika, kedisiplinan, serta tanggung jawab yang tinggi selama berada di negara tujuan. Harapannya, pengalaman ini dapat membentuk karakter mahasiswa yang tangguh dan siap menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Bisnis, dan Hubungan Internasional, Nur Qudus, Nur Qudus, menambahkan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat jaringan kerja sama internasional Unnes. Melalui Lantip Internasional, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman praktik mengajar, tetapi juga kesempatan untuk beradaptasi dengan lingkungan lintas budaya, memahami sistem pendidikan di negara lain, serta membangun kolaborasi internasional yang nantinya akan menjadi aset berharga bagi karier mereka di masa depan.

Program Lantip Internasional dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan kompetensi pedagogik, sosial, dan kepribadian yang telah dipelajari di bangku kuliah. Dengan terjun langsung ke sekolah atau lembaga mitra di luar negeri, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan komunikasi lintas budaya serta pemahaman mendalam mengenai dinamika pendidikan global yang terus berkembang pesat.

Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi (LPPP) Unnes, Rodiyah, menyatakan bahwa program ini adalah wujud nyata dukungan universitas terhadap internasionalisasi pendidikan tinggi di Indonesia. Implementasi program pada tahun 2026 ini didukung oleh skema pendanaan dari berbagai fakultas dan LPPP, yang menunjukkan keseriusan pihak universitas dalam memfasilitasi mahasiswa agar mampu bersaing secara global sebagai tenaga pendidik profesional.

Secara keseluruhan, inisiatif ini menjadi bekal krusial bagi mahasiswa calon pendidik untuk memperkaya perspektif mereka. Dengan terpapar pada sistem pendidikan yang beragam, para mahasiswa diharapkan dapat membawa inovasi dan praktik terbaik dari luar negeri untuk diterapkan dalam pengembangan kualitas pendidikan di tanah air, sekaligus memperkokoh posisi Unnes sebagai universitas berwawasan internasional.

Mengapa Ini Penting

Program ini menjadi tolok ukur penting bagi kualitas lulusan tenaga pendidik di Indonesia agar memiliki daya saing global. Paparan mahasiswa terhadap sistem pendidikan internasional akan memperkaya inovasi pedagogik di dalam negeri, yang sangat krusial bagi peningkatan standar kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
3 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit