Kecerdasan Buatan (AI) dan negara-negara berkembang yang tergabung dalam Global South diprediksi akan menjadi penggerak utama gelombang inovasi dunia selanjutnya. Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan fragmentasi ekonomi global, para pemimpin dunia di ajang World Economic Forum (WEF) Summer Davos di Dalian, Tiongkok, menegaskan bahwa krisis justru memacu percepatan adopsi teknologi.
Presiden WEF, Alois Zwinggi, menyatakan bahwa krisis geopolitik tidak seharusnya menghambat kemajuan teknologi. Sebaliknya, tantangan tersebut justru menjadi katalis bagi pemerintah dan sektor swasta untuk segera mengimplementasikan solusi baru, terutama di sektor kesehatan dan transisi energi agar dampak positifnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Dalam pertemuan yang dihadiri oleh lebih dari 1.700 pemimpin dari berbagai sektor tersebut, diskusi difokuskan pada pemetaan sumber pertumbuhan masa depan. Zwinggi menyoroti besarnya potensi yang dimiliki oleh negara-negara Global South di Afrika, Asia, dan Amerika Latin yang selama ini belum tergarap sepenuhnya dalam peta ekonomi global.
Salah satu keunggulan kompetitif Global South adalah kemampuan untuk melakukan lompatan teknologi (leapfrogging). Berbeda dengan negara maju yang terbebani oleh infrastruktur dan industri lama yang sudah matang, negara berkembang dapat membangun ekosistem industri baru dari nol dengan teknologi terkini tanpa harus memikirkan amortisasi aset lama.
Kerja sama antara negara maju dan Global South kini semakin erat seiring dengan strategi perusahaan multinasional yang berupaya mendiversifikasi rantai pasok serta memperluas jangkauan pasar konsumen mereka. Fenomena ini menciptakan peluang kolaborasi lintas batas yang lebih intensif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi global yang lebih inklusif.
Meski optimistis, Zwinggi mengingatkan adanya tantangan besar terkait pendanaan inovasi berskala besar. Ketersediaan modal yang cukup menjadi syarat mutlak bagi negara-negara berkembang untuk mendanai perusahaan rintisan dan inovasi teknologi agar dapat bersaing di pasar global yang semakin kompetitif.