Singapura mengambil langkah proaktif untuk menjamin inklusi keuangan bagi populasi lansia di negaranya. Asosiasi Bank Singapura (ABS) secara resmi mengumumkan target ambisius bahwa setiap blok perumahan rakyat (HDB) di Singapura akan memiliki akses ke ATM, kantor cabang bank, atau titik tunai (cashpoint) dalam radius maksimal 500 meter paling lambat akhir tahun 2027.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kolektif perbankan ritel utama di Singapura, yakni DBS, OCBC, dan UOB, bersama dengan NETS. Sebelum mencapai target 2027, bank-bank tersebut menargetkan agar fasilitas perbankan sudah tersedia dalam jarak 500 meter dari fasilitas publik utama seperti pusat transportasi, pusat jajanan (hawker centres), dan supermarket besar pada akhir tahun 2026.
Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap pergeseran demografis Singapura yang mengalami penuaan populasi secara cepat. Meskipun transaksi digital telah menjadi norma baru, ABS menyadari bahwa uang tunai masih memegang peranan krusial bagi kelompok lanjut usia. Dengan kemudahan akses ini, bank ingin memastikan bahwa lansia tidak merasa terpinggirkan oleh perkembangan teknologi keuangan yang semakin pesat.
Selain komitmen fisik, ABS juga memperkenalkan buku panduan bertajuk 'Banking a Longevity Society'. Dokumen ini memuat 20 inisiatif perbankan yang dirancang khusus untuk mendukung kebutuhan lansia, termasuk penyederhanaan proses administrasi warisan dan kemitraan strategis dengan Agency for Integrated Care untuk melindungi lansia yang memiliki kerentanan kognitif.
Direktur ABS, Ong-Ang Ai Boon, menegaskan bahwa industri perbankan berkomitmen untuk mendampingi nasabah melalui setiap tahapan kehidupan. Pendekatan holistik ini tidak hanya berfokus pada akses fisik, tetapi juga pada perlindungan nasabah yang lebih rentan, memastikan bahwa transformasi digital tetap inklusif dan tidak meninggalkan mereka yang masih bergantung pada sistem konvensional.
Secara teknis, ini adalah pertama kalinya terdapat standar baku yang disepakati oleh industri perbankan untuk menentukan lokasi penempatan ATM. Sebelumnya, keputusan penempatan fasilitas didasarkan pada pertimbangan bisnis masing-masing bank. Kini, dengan adanya rubrik penilaian yang terpadu, penyediaan akses tunai akan lebih terarah dan merata di seluruh wilayah pemukiman rakyat Singapura.