Carlos Alcaraz dan Aryna Sabalenka, dua pemegang gelar US Open tahun lalu, menunjukkan dominasi di hari ketujuh turnamen. Alcaraz mengalahkan Wu Yibing dari China dengan skor 6-3, 6-4, 6-1 di Arthur Ashe Stadium, sementara Sabalenka mengatasi Kamilla Rakhimova 6-3, 6-4 tanpa menghadapi satu pun break point. Keduanya kini menunggu lawan di babak keempat putra dan putri beregu beregu.
Kemenangan Alcaraz menandai kembalinya ritme kompetisi setelah absen empat bulan akibat cedera. "Saya merasa level saya sangat baik," ujar pemain Spanyol berusia 23 tahun itu usai pertandingan. "Saya sudah masuk ke ritme kompetisi. Saya sampai di sana." Di babak selanjutnya, Alcaraz akan menghadapi Tommy Paul, medali emas Olimpiade 2024 yang baru mengeliminasi Alexander Bublik dalam laga maraton lima set.
Di sisi putri, Sabalenka mencatat 29 winner dan 10 ace, meski diakui lawan peringkat 92 dunia, Rakhimova, sempat menantangnya di set kedua. Hal yang mengganggu fokus nomor satu dunia itu justru datang dari tribun: bau marijuana yang menyebar dari penonton. "Agak sulit mengatasi bau itu saat berusaha bersaing sebaik mungkin," keluh Sabalenka yang pernah mengeluhkan hal serupa di edisi sebelumnya. Ia akan bertemu Taylor Townsend, pemenang atas Diana Shnaider.
Sorotan malam jatuh pada kembalinya Serena dan Venus Williams berpasangan di ganda putri Grand Slam pertama kali sejak 2022. Serena baru saja keluar pensiun empat tahun lalu dan tampil di Wimbledon musim ini. Duet yang meraih 14 gelar ganda Grand Slam dan tiga emas Olimpiade itu kalah 6-3, 6-7 (6/8), 7-6 (10/7) dari pasangan ke-14 Chan Hao-ching (Taiwan) dan Maya Joint (Australia) dalam pertarungan tiga jam.
Williams sisters sempat memimpin 5-0 di tie-break set penentu setelah menyamakan skor lewat tie-break set kedua. Momentum dan dukungan penonton New York tampak membawa mereka ke kemenangan. Namun, Chan dan Joint menunjukkan ketahanan mental luar biasa, menghapus keunggulan 5-0 itu sebelum menutup pertandingan. Kedua saudari Williams tersenyum sambil berjabat tangan dengan lawan, menutup babak baru dalam perjalanan ganda mereka.
Kemenangan Chan dan Joint juga menandai munculnya bintang muda Joint, berusia 18 tahun, yang baru lolos kualifikasi dan kini melaju ke babak kedua. Bagi Chan, veteran berusia 29 tahun, ini adalah kemenangan bersejarah atas ikon-ikon tenis yang selama ini mendominasi lini ganda.
Di laga tunggal putri lainnya, Jessica Pegula, calon penggeser Sabalenka di puncak ranking, bangkit dari keterbelakangan 1-6 untuk mengalahkan Leylah Fernandez 1-6, 6-4, 6-3. Dua finalis US Open 2021 dan 2022 itu menyajikan tenis berkualitas tinggi. Emma Navarro mengejutkan dengan mengeliminasi Karolina Muchova, pemain bersekolah ke-7, 6-3, 7-5, sementara Marta Kostyuk menundukkan Ekaterina Alexandrova 6-3, 6-2.
Di lini putra, Frances Tiafoe, benih ke-11, menundukkan Valentin Vacherot 6-4, 6-2, 6-4 dan akan bertemu Daniil Medvedev di babak 16 besar. Medvedev, juara 2021, meloloskan diri dengan cepat 6-4, 6-4, 6-4 atas Arthur Rinderknech. Sementara Stefanos Tsitsipas, mantan nomor tiga dunia yang rankingnya anjlok ke 53, menggugurkan Jiri Lehecka 2-6, 6-1, 7-6 (7/3), 6-1 — kemenangan pertamanya mencapai 16 besar US Open. Tsitsipas akan dihadang Ben Shelton yang menaklukkan Denis Shapovalov dalam empat set.
Hasil-hasil ini memperlihatkan dinamika generasi di tenis dunia. Alcaraz dan Sabalenka mewakili dominasi generasi muda, sementara Williams sisters melambangkan era emas yang berakhir. Tsitsipas berjuang mengekalkan relevansi di tengah naik turunnya performa. Bagi penggemar tenis Indonesia, turnamen ini menjadi pengingat betapa ketatnya persaingan di level tertinggi, di mana cedera, konsistensi, dan ketahanan mental menentukan nasib.
Kembalinya Serena ke gelanggang ganda, meski berakhir pahit, memberikan momen emosional bagi jutaan penggemar global. Ia membuktikan bahwa gairah bersaing tak kenal usia. Di Indonesia, di mana tenis mulai populer di kalangan muda usai keberhasilan pemain seperti Christopher Rungkat di panggung Asia, kisah Williams sisters jadi inspirasi: legasi dibangun lewat konsistensi tahunan, bukan sekadar momen tunggal.
Ke depan, babak 16 besar akan mempertemukan lawan-lawan berat. Alcaraz vs Paul menjanjikan duel agresif dari baseline. Sabalenka vs Townsend menguji kemampuan nomor satu dunia mengatasi gaya bermain kiri yang tricky. Medvedev vs Tiafoe akan jadi pertarungan daya tahan dan variasi. Sementara Tsitsipas vs Shelton mempertemukan teknik klasik dengan kekuatan mentah generasi Z.
US Open 2026 terus menyimpan narasi-narasi menarik: apakah Alcaraz dan Sabalenka bisa mempertahankan gelar? Bisakah Pegula merebut puncak ranking? Dan bagaimana nasib Tsitsipas yang berusaha bangkit dari jurang ranking? Jawabannya akan terungkap di minggu kedua Flushing Meadows.