London, Britania Raya – Andy Burnham, yang digadang-gadang akan segera menempati kursi Perdana Menteri Inggris, tengah menghadapi keputusan strategis yang krusial terkait kebijakan teknologi nasional. Salah satu sorotan utama adalah kontrak bernilai 330 juta poundsterling (sekitar 440 juta dolar AS) antara NHS England dengan Palantir Technologies, perusahaan perangkat lunak pertahanan dan intelijen asal Amerika Serikat. Keputusan Burnham terkait kontrak tujuh tahun ini akan menjadi indikator awal arah kebijakan pemerintahannya di masa depan.
Selama sembilan tahun menjabat sebagai Walikota Greater Manchester, Burnham dikenal tidak pernah memberikan kontrak kepada Palantir. Laporan media terbaru mengindikasikan bahwa ia kemungkinan besar akan mempertahankan sikap skeptis tersebut terhadap keterlibatan Palantir di berbagai sektor pemerintahan Inggris. Juru bicara Burnham menyatakan bahwa pemerintahannya akan berpegang pada prinsip nilai uang bagi pembayar pajak, perlindungan data masyarakat, serta pengamanan kepentingan nasional, meskipun mereka belum memberikan komentar spesifik mengenai kontrak individu.
Sikap ini menandai pergeseran signifikan dari pemerintahan Partai Buruh sebelumnya di bawah Keir Starmer, yang secara aktif merangkul perusahaan AI berbasis di Amerika Serikat. Era sebelumnya banyak dipengaruhi oleh pendekatan mantan duta besar Inggris untuk Washington, Peter Mandelson, yang mendorong integrasi teknologi AS ke dalam sektor publik Inggris. Kini, penasihat Burnham, termasuk mantan menteri teknologi Josh Simons, dilaporkan tengah merancang strategi AI baru yang memprioritaskan perusahaan dan tenaga kerja lokal Inggris.
Preseden kepemimpinan Burnham di Manchester memberikan gambaran jelas mengenai pendekatan yang mungkin ia terapkan di tingkat nasional. Selama masa jabatannya, Greater Manchester Combined Authority dan kepolisian setempat secara konsisten tidak menggunakan jasa Palantir. Lebih jauh, dalam sektor kesehatan, para pemimpin NHS di Manchester memilih untuk membangun infrastruktur analitik data mereka sendiri daripada mengadopsi Federated Data Platform yang didukung oleh perangkat lunak Foundry milik Palantir.
Langkah ini mencerminkan komitmen Burnham terhadap kemandirian teknologi dan kedaulatan data. Dengan beralih dari ketergantungan pada vendor asing, pemerintahan baru ini berupaya membangun ekosistem teknologi domestik yang lebih kuat. Strategi ini melibatkan kolaborasi dengan peneliti seperti Antonio Weiss dan Martha Dacombe, yang berfokus pada pengembangan solusi buatan dalam negeri untuk menopang sektor publik Inggris.
Dampak dari keputusan ini diperkirakan meluas melampaui sektor kesehatan. Jika Burnham benar-benar membatasi atau meninjau ulang peran Palantir di lembaga-lembaga seperti Kementerian Pertahanan, Kementerian Dalam Negeri, dan Financial Conduct Authority, hal ini akan memaksa perusahaan teknologi global untuk mengevaluasi kembali strategi penetrasi pasar mereka di Inggris. Bagi Inggris, langkah ini merupakan pertaruhan besar antara efisiensi teknologi global dan kemandirian strategis nasional.