Berita

Anggota PJR Polda Metro Jaya Gugur Saat Bertugas di Tol Joglo

Anggota PJR Polda Metro Jaya Gugur Saat Bertugas di Tol Joglo

Ringkasan

  • Aipda Endang Karyana, anggota PJR Polda Metro Jaya, gugur saat bertugas membantu kendaraan mogok di Tol Joglo setelah ditabrak truk.

Duka mendalam menyelimuti institusi kepolisian setelah salah satu anggotanya, Aipda Endang Karyana, dinyatakan meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas saat menjalankan tugas kedinasan di ruas Tol Joglo, Jakarta, pada Jumat (3/7). Peristiwa tragis ini terjadi ketika korban tengah berupaya memberikan bantuan kepada pengendara lain yang mengalami kendala teknis di jalan tol.

Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Rieki Indra Brata Manggala, mengungkapkan bahwa insiden tersebut berlangsung sekitar pukul 10.50 WIB. Saat itu, Aipda Endang sedang memberikan pelayanan kepada pengemudi kendaraan light truk bernomor polisi AD 8974 WW yang mengalami gangguan mekanis di tengah perjalanan.

Dalam situasi tersebut, sebuah kendaraan Isuzu Wing Box dengan nomor polisi B 9663 TXW yang melaju dari arah Tangerang tiba-tiba menabrak bagian belakang light truk yang sedang ditangani oleh korban. Benturan keras tersebut menyebabkan light truk terdorong ke arah kiri dan menabrak Aipda Endang Karyana yang saat itu berada di posisi depan truk.

Akibat kecelakaan tersebut, Aipda Endang mengalami luka berat, terutama pada bagian kaki kanan. Korban segera dilarikan ke RS Polri Kramat Jati untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Namun, upaya tim medis tidak membuahkan hasil, dan korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 15.11 WIB.

Menindaklanjuti kejadian ini, pihak kepolisian telah mengambil langkah tegas terhadap pengemudi truk Isuzu yang terlibat. Kasatlantas Polres Jakarta Barat, Kompol Reza Hafiz Gumilang, mengonfirmasi bahwa pengemudi tersebut telah diamankan dan ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, terungkap bahwa pengemudi truk Isuzu tersebut diduga mengalami kelelahan atau mengantuk saat berkendara, sehingga kehilangan kendali dan menabrak kendaraan yang sedang berhenti. Kasus ini kini ditangani oleh unit laka lantas untuk memastikan penyelidikan berjalan transparan dan akuntabel demi mendapatkan keadilan bagi keluarga korban.

Mengapa Ini Penting

Peristiwa ini menyoroti risiko tinggi yang dihadapi petugas lapangan dalam menjaga keselamatan publik di jalan tol. Kejadian ini juga menjadi pengingat kritis bagi para pengendara mengenai bahaya mengemudi dalam kondisi mengantuk yang dapat berakibat fatal bagi sesama pengguna jalan dan petugas di lapangan.

Sumber Asli
Cnnindonesia
Tanggal
4 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit