Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, memberikan komitmen serius kepada para petani durian di Johor untuk membantu mengatasi penurunan harga buah tersebut. Dalam sebuah kampanye politik di Johor menjelang pemilihan negara bagian, Anwar menyatakan akan membawa isu anjloknya harga durian dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri China, Li Qiang, saat kunjungannya ke Beijing bulan depan.
Fenomena kelebihan pasokan atau glut durian yang terjadi di seluruh Semenanjung Malaysia telah menyebabkan para petani kesulitan menjual hasil panen mereka dengan harga yang layak. Anwar mengungkapkan bahwa selama kunjungan dua harinya di Johor, ia menerima banyak keluhan dari petani yang terpaksa menjual durian dengan harga sangat murah akibat melimpahnya hasil panen musim ini.
"Saya berjanji satu hal. Li Qiang, Perdana Menteri China, adalah teman baik saya," ujar Anwar di hadapan massa pendukungnya. Ia menambahkan bahwa dirinya akan secara khusus melobi pihak China agar bersedia meningkatkan volume impor durian dari Malaysia guna menstabilkan harga pasar domestik yang saat ini sedang tertekan.
Sebagai bagian dari strategi diplomatik ini, Anwar telah meminta para petani di Johor untuk mengemas produk durian mereka dengan standar kualitas yang tinggi. Ia berencana membawa contoh produk tersebut untuk ditunjukkan kepada Li Qiang sebagai bukti kualitas durian lokal, sekaligus menegosiasikan akses pasar yang lebih luas bagi produk pertanian Malaysia di China.
Di sisi lain, data dari kantor perdagangan Malaysia (Matrade) di Beijing mencatat peningkatan signifikan dalam ekspor durian ke China. Ekspor durian segar melonjak lebih dari lima kali lipat, dari sekitar US$5 juta menjadi US$37 juta pada tahun 2025. Sementara itu, ekspor durian beku juga mencatatkan angka impresif mencapai US$202 juta.
Malaysia sendiri telah menetapkan target ambisius untuk ekspor durian ke China, yakni sebesar US$229 juta pada tahun 2030. Berdasarkan laporan kantor berita Bernama, ekspor durian ke China telah mencapai US$77 juta pada kuartal pertama tahun ini, yang menunjukkan bahwa pasar China tetap menjadi tumpuan utama bagi keberlangsungan ekonomi petani durian di Malaysia.