Internasional

Apakah Kegemaran Investor Terhadap Pasar India Mulai Memudar?

Apakah Kegemaran Investor Terhadap Pasar India Mulai Memudar?

Ringkasan

  • Pasar saham India yang sempat menjadi primadona investor global kini mengalami penurunan kepercayaan akibat sentimen ekonomi dan kebijakan perdagangan.

Pasar modal India, yang sempat menjadi primadona bagi investor global dalam beberapa tahun terakhir, kini menghadapi tantangan besar yang menguji kepercayaan pasar. Pada Juli 2024, bobot India dalam MSCI Emerging Markets Index sempat mencatatkan rekor tertinggi sebesar 19,99 persen, mendekati posisi Tiongkok yang pernah mendominasi indeks tersebut. Namun, optimisme yang sempat melambung tinggi kini mulai meredup seiring dengan perubahan dinamika ekonomi global.

Antara tahun 2022 hingga 2024, India memang menjadi destinasi utama bagi investor yang mencari pertumbuhan di pasar negara berkembang. Kombinasi antara pertumbuhan ekonomi yang pesat, kinerja laba korporasi yang solid, serta lonjakan aktivitas perdagangan ritel pasca-pandemi, membuat saham-saham di India sangat diminati. Sentimen negatif terhadap pasar Tiongkok kala itu turut mendorong arus modal besar-besaran masuk ke bursa saham India.

Dalam laporannya pada Oktober 2022, Morgan Stanley bahkan memproyeksikan India memiliki fondasi kuat untuk memicu ledakan ekonomi. Faktor-faktor seperti offshoring, investasi manufaktur, transisi energi, dan infrastruktur digital yang canggih diprediksi akan membawa India menjadi ekonomi dan pasar saham terbesar ketiga di dunia pada akhir dekade ini. Namun, realita di lapangan saat ini menunjukkan narasi yang jauh berbeda.

Kondisi terkini menunjukkan bahwa daya tarik India di mata investor internasional mengalami penurunan signifikan. Hingga akhir bulan lalu, bobot India dalam indeks MSCI anjlok di bawah 11 persen, menyentuh level terendah sejak Juli 2021. Fenomena ini diperparah dengan data pembelian bersih kumulatif oleh investor asing yang merosot tajam ke level terendah sejak tahun 2016, membalikkan tren positif yang sempat mencetak rekor pada awal 2024.

Posisi pasar saham India pun kini tergeser dari jajaran lima besar dunia berdasarkan kapitalisasi pasar. India kini berada di belakang pasar Hong Kong, Taiwan, dan Korea Selatan. Berdasarkan survei manajer dana Asia dari Bank of America pada 16 Juni lalu, India kini menjadi salah satu pasar saham utama yang paling kurang diminati di kawasan Asia-Pasifik, hanya setingkat di atas Indonesia.

Salah satu faktor pemicu utama dari pergeseran sentimen ini adalah kebijakan perdagangan yang lebih proteksionis. Keputusan pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump pada Agustus tahun lalu untuk menaikkan tarif impor dari India hingga 50 persen telah merusak prospek ekspor dan investasi asing langsung (FDI). Kebijakan ini secara langsung menggoyahkan ambisi India untuk memposisikan diri sebagai pusat manufaktur global yang kompetitif.

Mengapa Ini Penting

Pergeseran arus modal dari India menunjukkan betapa rentannya pasar negara berkembang terhadap kebijakan proteksionisme global. Bagi Indonesia, fenomena ini menjadi sinyal untuk memperkuat daya saing domestik agar tetap menarik di mata investor asing saat modal keluar dari pasar regional lainnya.

Sumber Asli
Scmp
Tanggal
25 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit