Teknologi

Apple Perbarui Fitur Keamanan Anak di iOS 27, Respons Tekanan Aktivis

Ringkasan

  • Apple merilis pembaruan fitur keamanan anak di iOS 27 seperti Child Accounts dan Ask to Browse menyusul tekanan aktivis terkait CSAM.

Pada konferensi pengembang Worldwide Developers Conference (WWDC) Juni lalu, Apple menghabiskan waktu panjang di keynote untuk memaparkan fitur keamanan anak baru di iOS 27. Pengumuman ini merupakan respons langsung terhadap tekanan publik yang menguat, salah satunya dari Sarah Gardner, CEO Heat Initiative, yang saat peluncuran sedang memprotes terikat pohon di luar Apple Park.

Gardner menyebut pengakuan Apple selama 10 menit di keynote sebagai kemenangan besar karena beberapa tahun lalu hal itu mustahil. "Kami hanya perangkat keras" adalah alasan lama Apple yang ia kutip untuk mengabaikan pengalaman daring anak. Gardner, yang 15 tahun berkecimpung di keamanan daring, mencatat Apple konsisten absen dalam diskusi perlindungan anak sebelum ia mendirikan Heat Initiative.

Meski fitur anyar ini tidak dianggap revolusioner, Gardner menilainya sebagai progres positif yang dipicu oleh advokasi dan gugatan hukum. Salah satu tekanan serius datang dari gugatan West Virginia yang menuduh Apple melindungi materi pelecehan seksual anak (CSAM). Beberapa tahun lalu, Apple sempat mengumumkan alat pemindaian foto CSAM di iCloud, namun membatalkannya karena kritik privasi. Perusahaan beralasan implementasinya berisiko membahayakan keamanan pengguna, meski Gardner mendesak penerapannya kembali.

Protes Gardner juga menyoroti aplikasi "nudify" di App Store yang menggunakan AI untuk menghapus pakaian dari foto asli. Tech Transparency Project menemukan 47 aplikasi tersebut pada Januari. Selain itu, laporan WIRED menyebut sistem login Apple mempermudah akses ke situs deepfake, meski Apple lalu menghapus akun pengembang terkait. Gardner mempertanyakan mengapa aplikasi Grok, yang memuat deepfake seksual selebriti, tetap tersedia. Apple beralasan aplikasi nudifikasi melanggar pedoman, namun diam soal Grok.

Sebagai respons, Apple menunjuk pada fitur Communication Safety yang memblokir konten ketelanjangan dan kekerasan secara otomatis untuk pengguna di bawah 18 tahun. Fungsi pelaporan konten baru juga diluncurkan lebih dulu di Australia, Brasil, AS, dan Inggris. "Kami berkomitmen menyediakan alat terdepan untuk melindungi anak sekaligus menjaga privasi," klaim perusahaan asal Cupertino tersebut.

Pakar keamanan Anunay Kulshrestha menilai implementasi CSAM Apple sebelumnya minim jaminan akuntabilitas. Ia mengingatkan bahwa pemerintah bisa menekan Apple untuk memasukkan hal di luar CSAM ke dalam sistem deteksi, mengingat kebiasaan perusahaan yang tunduk pada regulasi negara. Ini menunjukkan dilema nyata antara kepatuhan hukum dan perlindungan privasi global yang tak mudah diselesaikan hanya dengan satu fitur.

Secara konkret, iOS 27 menghadirkan pembaruan Akun Anak dengan proses pengaturan enam menit yang wajib untuk di bawah 13 tahun. Orang tua dapat membatasi situs dewasa, mengatur media, dan memilih aplikasi yang diizinkan. Fitur "Ask to Browse" di Safari mewajibkan anak meminta izin orang tua via Pesan untuk buka situs baru, mirip "Ask to Buy". Persetujuan kontak baru juga aktif secara default untuk mengontrol interaksi sosial anak.

Bagi industri teknologi Indonesia, langkah Apple memberi preseden penting terkait tanggung jawab platform digital. Mengingat banyaknya keluarga di Tanah Air menggunakan ekosistem Apple, fitur pembatasan ini dapat menginspirasi regulasi serupa dari Kominfo terkait perlindungan anak di dunia maya. Kontroversi deepfake dan nudifikasi juga mengingatkan app store lokal untuk memperketat filter aplikasi berbahaya. Transisi Apple dari penyangkalan ke partisipasi aktif membuktikan tekanan advokasi memang vital mendorong akuntabilitas korporasi teknologi global.

Mengapa Ini Penting

Langkah Apple memperketat keamanan anak memiliki dampak ripple effect bagi ekosistem teknologi global, termasuk di Indonesia yang memiliki populasi pengguna iPhone dan iPad besar di kalangan keluarga. Regulasi perlindungan anak daring seperti yang digodok Kominfo dapat mengambil inspirasi dari model 'Ask to Browse' dan 'Communication Safety' untuk diterapkan pada platform lokal. Perdebatan antara privasi pengguna dan deteksi CSAM menjadi pelajaran penting bagi perusahaan teknologi Indonesia dalam menavigasi kepatuhan hukum tanpa mengorbankan kepercayaan konsumen. Ketidakkonsistenan Apple dalam menegakkan pedoman App Store juga mengingatkan pentingnya pengawasan independen agar algoritma moderasi tidak bias.

Sumber Asli
Wired
Tanggal
12 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit