Internasional

Arab Saudi Dorong Penguatan Kerja Sama Ekonomi di Dunia Islam

Arab Saudi Dorong Penguatan Kerja Sama Ekonomi di Dunia Islam

Ringkasan

  • Arab Saudi mendorong penguatan kerja sama ekonomi antarnegara Islam dan pemberdayaan sektor swasta untuk mendukung pembangunan ekonomi global yang inklusif.

Arab Saudi secara resmi menyerukan penguatan kolaborasi ekonomi di antara negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Seruan ini menekankan pentingnya peningkatan peran sektor swasta sebagai motor penggerak utama dalam mendukung pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di tengah dinamika pasar global yang terus berubah.

Ketua Federasi Kamar Dagang Arab Saudi, Abdullah Saleh Kamel, menyampaikan urgensi tersebut dalam rangkaian pertemuan ke-40 Dewan Direksi Kamar Dagang dan Pembangunan Islam serta sidang ke-72 Komite Keuangan di Ankara, Turkiye. Menurutnya, perubahan ekonomi global yang berlangsung cepat menuntut sinergi yang lebih erat antarnegara Islam serta pemberdayaan sektor swasta untuk berperan lebih besar.

Pertemuan yang dihadiri oleh Wakil Presiden Turki, Cevdet Yılmaz, ini menjadi momentum strategis bagi delegasi Arab Saudi untuk mempertegas komitmen kerajaan dalam memperluas jejaring perdagangan dan investasi. Langkah ini bertujuan untuk mendorong integrasi ekonomi sekaligus menciptakan peluang berkualitas, khususnya bagi generasi muda dan para wirausaha di negara-negara anggota OKI.

Dalam paparannya, Kamel menegaskan bahwa partisipasi aktif Federasi Kamar Dagang Arab Saudi merupakan wujud nyata dukungan berkelanjutan terhadap Kamar Dagang dan Pembangunan Islam. Komitmen ini mencakup pengembangan sektor-sektor krusial seperti ketahanan pangan, pertanian berkelanjutan, serta peningkatan konektivitas perdagangan regional yang menjadi prioritas bagi banyak negara Muslim, termasuk Indonesia dan Malaysia.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Jenderal Federasi Kamar Dagang Arab Saudi, Sultan bin Mohammed Al-Musallam, menyoroti pentingnya memperkuat kehadiran pelaku usaha Saudi dalam forum internasional. Ia memberikan contoh konkret melalui hubungan ekonomi Arab Saudi dan Turkiye yang terus berkembang, di mana nilai perdagangan kedua negara mencatatkan angka sekitar 8,5 miliar dolar AS pada tahun 2025, mencerminkan pertumbuhan sebesar 10,4 persen.

Selain pembahasan mengenai kemitraan bisnis, pertemuan tersebut juga menjadi ajang peninjauan berbagai inisiatif strategis, termasuk pengembangan Pusat Arbitrase OKI (OIC-AC) serta program kewirausahaan berkelanjutan melalui Saleh Kamel Sustainable Entrepreneurship Organisation. Langkah-langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem bisnis yang lebih stabil dan kompetitif bagi seluruh negara anggota di masa depan.

Mengapa Ini Penting

Penguatan kerja sama ekonomi Islam membuka peluang bagi pelaku usaha Indonesia untuk memperluas akses pasar ke negara-negara Timur Tengah. Selain itu, kolaborasi ini mendorong adopsi standar arbitrase dan kewirausahaan global yang dapat memperkuat daya saing industri nasional di pasar internasional.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
1 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit