Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) resmi menaikkan peringatan perjalanan ke Arab Saudi menjadi tingkat 3 pada Selasa (15/9), menandakan bahwa warganya sebaiknya mempertimbangkan kembali rencana berkunjung ke negara tersebut.
Peringatan ini mencakup larangan bagi pegawai pemerintah AS untuk bepergian dalam radius 20 mil dari perbatasan Yaman, serta pembatasan perjalanan ke wilayah Qatif dan provinsi Jizan, Asir, Najran kecuali mendapat izin khusus.
Kenaikan status ini langsung mengikuti serangkaian pertukaran tembakan antara milisi Houthi yang didukung Iran dan pasukan Saudi selama beberapa hari terakhir.
Terbaru, Houthi melancarkan serangan drone ke pangkalan udara Saudi yang melukai 13 orang dan merusak sejumlah bangunan, sementara Saudi menjawab dengan puluhan serangan balik meski detail korban tidak diungkapkan.
Konflik Yaman yang telah berlangsung hampir sepuluh tahun kini semakin mengancam stabilitas wilayah Teluk, dengan Iran menyediakan kemampuan rudal dan drone kepada Houthi, sedangkan Saudi memimpin koalisi militer yang berusaha memulihkan pemerintah Yaman yang diakui internasional.
Bagi Indonesia, kebijakan ini memiliki relevansi langsung karena ribuan tenaga kerja Indonesia (TKI) bermukim di Arab Saudi, serta ratusan ribu jamaah haji dan umrah yang setiap tahun menginjakkan kaki ke Tanah Suci.
Kementerian Luar Negeri RI telah mengeluarkan surat edaran internal yang mengingatkan kedutaan dan konsulat di Riyadh serta Jeddah untuk memperketat pengawasan keamanan warga negara Indonesia (WNI) dan menyediakan jalur evakuasi darurat jika situasi memburuk.
Dampak ekonomi pun terasa; remitan TKI dari Saudi menyumbang sekitar 2,5 miliar dolar AS per tahun, dan gangguan perjalanan dapat menurunkan aliran devisa serta menimbulkan kecemasan di kalangan keluarga di negeri.
Dalam pernyataan resmi, Departemen Negara AS menegaskan bahwa ancaman serangan drone dan rudal Iran yang menargetkan kepentingan AS, terorisme, serta hukum lokal yang membatasi aktivitas media sosial menjadi alasan utama peningkatan level peringatan.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Saudi mengeluarkan pernyataan bahwa kerajaan akan membalas dengan tegas setiap agresi yang melanggar kedaulatan wilayahnya, menegaskan komitmen untuk melindungi infrastruktur strategis dan keamanan warga.
Analis keamanan memprediksi bahwa jika eskalasi berlanjut, peringatan perjalanan AS bisa naik ke level 4 (jangan bepergian), yang akan memaksa banyak perusahaan multinasional menarik personel dan mengurangi investasi di wilayah tersebut.
Oleh karena itu, disarankan bagi WNI yang berencana ke Saudi untuk memantau perkembangan resmi melalui laman Kemlu RI, mendaftarkan kehadiran di sistem e-Konsuler, dan menyiapkan rencana kontingensi termasuk asuransi perjalanan yang mencakup risiko konflik bersenjata.