Internasional

Asap Kebakaran Kanada Selimuti AS, Jutaan Warga Tersengat Udara Beracun

Ringkasan

  • Kebakaran di Ontario, Kamis (16/7), sebar asap beracun ke AS dan Kanada, papar jutaan warga.

Kebakaran hutan di Provinsi Ontario, Kanada, meluas tanpa kendali pada Kamis (16/7) dan memaksa evakuasi warga serta menghembuskan asap berbahaya ke wilayah Amerika Serikat. Jutaan penduduk di kedua negara terpapar udara tidak sehat akibat partikel halus dari kebakaran tersebut.

Sistem pemantauan kualitas udara IQAir mencatat Detroit, Toronto, Minneapolis, dan Chicago sebagai kota dengan polusi udara terburuk di dunia pada Kamis pagi. Di New York, kabut asap tebal menyelimuti langit sejak siang hari dan diprediksi menebal hingga sore. Peringatan kesehatan resmi dari otoritas New York menyebut paparan partikel halus membuat aktivitas luar ruangan berstatus 'tidak sehat' bagi seluruh warga, terutama di wilayah metro dan Long Island.

Kondisi ini bermula dari lebih dari 130 titik api aktif di barat laut Ontario, dengan minimal 60 di antaranya lepas kendali. Pemerintah provinsi telah meminta bantuan federal, khususnya dukungan udara, untuk mengevakuasi komunitas terpencil yang terkepung api. Premier Ontario Doug Ford menyatakan lebih dari 150 regu pemadam dan hampir 50 pesawat pengintai serta pengebom air bekerja tanpa henti melindungi permukiman.

Secara keseluruhan, kebakaran tahun ini telah menghanguskan 1,9 juta hektare lahan di Kanada, luasnya nyaris setara dengan negara Slovenia. Angka tersebut masih jauh di bawah rekor buruk 2023 ketika hampir 18 juta hektare terbakar. Namun, pola cuaca ekstrem dan kekeringan yang berulang membuat musim kebakaran kini makin sulit diprediksi.

Peningkatan suhu global menjadi pemicu utama frekuensi dan intensitas kebakaran liar di belahan utara Bumi. Suhu musim panas yang lebih panas mempercepat pengeringan vegetasi, sehingga satu percikan bisa berkembang jadi api raksasa dalam hitungan jam. Fenomena ini bukan lagi kejadian tahunan biasa, melainkan sudah menjadi krisis iklim struktural.

Bagi Indonesia, peristiwa ini memberi pelajaran soal risiko asap lintas batas yang selama ini lebih sering dibicarakan dalam konteks kebakaran lahan gambut di Sumatra dan Kalimantan. Bedanya, asap Kanada menyeberang benua dan mengganggu sistem kesehatan publik AS yang jauh lebih tersedia secara teknologi. Di Indonesia, episode kabut asap 2015 sempat menjangkau Singapura dan Malaysia, memicu ketegangan diplomatik serta kerugian ekonomi triliunan rupiah.

Teknologi pemantauan udara seperti IQAir dan pelacak dari Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) AS sebenarnya sudah bisa diakses warga Indonesia lewat aplikasi global. Namun, ketersediaan stasiun pemantau lokal yang merata masih menjadi kendala, apalagi di daerah rawan kebakaran. Pemerintah daerah perlu mencontoh sistem peringatan dini berbasis partikel PM2.5 yang digunakan New York dan Michigan.

Di AS, otoritas kesehatan mengimbau warga membatasi aktivitas luar ruangan. Wali Kota New York Zohran Mamdani menegaskan gabungan udara buruk dan gelombang panas ekstrem merupakan ancaman serius. 'Kombinasi udara tidak sehat dan panas berbahaya adalah ancaman serius,' kata Mamdani. Ratusan pusat pendingin dibuka gratis dan masker dibagikan di perpustakaan serta stasiun kereta.

Departemen Manajemen Darurat New York memproyeksikan peristiwa ini bisa jadi paparan asap terparah sejak 2023, ketika indeks kualitas udara sempat menyentuh angka 465 dan langit menjadi jingga kelam. Di Detroit, tingkat polusi bahkan sempat menembus 700 menurut pelacak EPA, melampaui angka krisis dua tahun lalu.

Dinas Lingkungan Michigan memprediksi kondisi berbahaya bertahan hingga Jumat. Model mereka hanya memproyeksikan 48 jam ke depan dan memunculkan harapan perbaikan pada Sabtu, meski asap dipastikan masih mengendap dan berputar di atmosfer untuk beberapa waktu. Artinya, warga harus bersiap menghadapi pekan yang panjang dengan udara tercemar.

Ke depan, kerja sama internasional soal data satelit dan pengendalian kebakaran perlu diperkuat karena asap tidak mengenal batas negara. Kanada sendiri mulai menambah armada pesawat dan regu dari provinsi lain. Bagi negara beriklim tropis seperti Indonesia, investasi pada deteksi dini dan edukasi publik tentang masker respirator harus jadi prioritas sebelum bencana serupa melanda di musim kemarau.

Perubahan iklim telah mengubah peta bencana global. Apa yang terjadi di Ontario hari ini bisa jadi cerminan ancaman lingkungan yang akan makin sering menyambangi wilayah mana pun, termasuk Asia Tenggara.

Mengapa Ini Penting

Bencana asap Kanada menunjukkan bahwa polusi lintas batas bisa melumpuhkan kota besar di negara maju dalam hitungan jam, memaksa layanan publik seperti pusat pendingin dan masker gratis disiagakan. Indonesia yang rawan kabut asap perlu mengevaluasi sistem peringatan PM2.5 dan ketahanan kesehatan masyarakat di daerah padat. Kolaborasi data satelit regional juga krusial agar dampak ekonomi dan kesehatan bisa ditekan sebelum krisis meluas.

Sumber Asli
Channel NewsAsia
Tanggal
16 Juli 2026
Waktu Baca
5 menit