Internasional

Azerbaijan Jadi Basis Rahasia Israel Lawan Iran, Mengapa Tetangga Syiah Ini Membantu?

Ringkasan

  • Investigasi CNN mengungkap kerjasama rahasia antara Azerbaijan yang mayoritas Syiah dengan Israel dalam perang melawan Iran.
  • Pangkalan militer dan intelijen diberikan Israel sebagai imbalan minyak dan senjata.

Investigasi CNN mengungkapkan bahwa Azerbaijan, negara mayoritas Muslim Syiah di Kaukasus, secara rahasia menyediakan pangkalan militer dan dukungan intelijen bagi Israel untuk melawan Iran. Pasukan khusus Israel telah beroperasi di wilayah selatan Azerbaijan yang berbatasan dengan Iran, hanya sekitar 100 kilometer dari Kota Tabriz, Iran utara. Unit komando dan pesawat nirawak dikerahkan ke lokasi tersebut untuk melakukan pengintaian dan pengumpulan data intelijen.

Meskipun sama-sama berpenduduk mayoritas Syiah, hubungan Baku dan Tel Aviv justru sangat hangat. Aliansi ini bukanlah hal baru, melainkan hasil dari perhitungan strategis yang telah berjalan lebih dari tiga dekade. Semua berawal dari pertemuan pribadi antara Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin dan Presiden Azerbaijan Heydar Aliyev di New York sekitar 30 tahun lalu. Dalam pertemuan itu, Israel menyatakan kebutuhannya akan sumber minyak yang stabil, sementara Azerbaijan menginginkan sistem pertahanan buatan Israel.

Sejak saat itu, kerjasama kedua negara terus menguat. Azerbaijan kini menjadi pemasok utama minyak bagi Israel. Sebelum perang 7 Oktober 2023, Baku menjual separuh dari produksi minyaknya ke Israel. Alih-alih menurun, volume ekspor itu justru meningkat setelah konflik meletus. Di sisi lain, Israel adalah pemasok senjata terbesar Azerbaijan. Hampir 70 persen impor militer negara itu berasal dari Israel dalam satu dekade terakhir.

Kerjasama militer kian nyata saat Azerbaijan melancarkan serangan kilat untuk merebut kembali Nagorno-Karabakh pada September 2023. Beberapa minggu sebelum serangan, pesawat kargo militer Azerbaijan terpantau bolak-balik dari pangkalan udara Israel selatan ke dekat Nagorno-Karabakh, menurut data pelacakan penerbangan dan diplomat Armenia. Israel diketahui memasok senjata yang membantu pasukan Azerbaijan menguasai wilayah etnis Armenia itu dalam waktu 24 jam.

Azerbaijan juga berperan sebagai mediator antara Israel dan Turki. Hubungan etnis dan bahasa yang sangat dekat dengan Turki membuatnya menjadi jembatan alami bagi kedua negara yang kerap bersitegang. Peran ini makin memperkuat posisi Azerbaijan di mata Israel.

Peneliti senior Mordechai Kedar dari Pusat Studi Strategis Begin-Sadat menegaskan, "Azerbaijan tidak pernah membiarkan konflik Israel-Palestina memengaruhi hubungannya dengan Israel." Sementara itu, Joseph Epstein, direktur riset di Endowment for Middle East Truth, menyebut Azerbaijan sebagai "teman terdekat kedua Israel setelah Amerika Serikat."

Bagi Indonesia, aliansi ini menghadirkan dinamika yang kompleks. Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dan secara konsisten mendukung perjuangan Palestina. Namun di saat yang sama, Indonesia juga menjalin hubungan baik dengan Azerbaijan. Sikap Azerbaijan yang pragmatis ini menjadi pelajaran bahwa politik internasional sering kali melampaui identitas keagamaan. Indonesia perlu cermat menyikapi posisinya di forum OKI dan menjaga keseimbangan hubungan dengan semua pihak.

Dampak dari kerjasama rahasia ini bisa merembet ke Indonesia. Jika Iran merasa terancam dan meningkatkan konfrontasi, stabilitas kawasan Timur Tengah bakal terpengaruh. Harga minyak dunia bisa bergejolak dan mempengaruhi perekonomian Indonesia. Selain itu, aliansi ini juga memicu lomba senjata dan intelijen di kawasan yang berpotensi menarik lebih banyak aktor global.

Ke depan, hubungan Baku-Tel Aviv diprediksi semakin erat. Kebutuhan energi dan senjata saling mengunci kedua negara. Iran mungkin akan merespons dengan memperkuat hubungan dengan negara-negara alternatif, termasuk di Asia Tenggara. Indonesia harus terus memantau perkembangan ini dan memperkuat diplomasi bebas aktif untuk melindungi kepentingan nasional.

Apa yang dilakukan Azerbaijan membuka mata banyak pihak bahwa kepentingan negara seringkali lebih dominan daripada kesamaan ideologi atau agama. Bagi Indonesia, ini adalah pengingat untuk selalu mengedepankan pendekatan rasional dan berprinsip dalam setiap langkah diplomatik.

Mengapa Ini Penting

Berita ini penting bagi Indonesia karena menunjukkan bahwa kepentingan strategis sering melampaui garis identitas keagamaan dalam hubungan internasional. Indonesia, sebagai negara Muslim terbesar non-Israel, harus menjaga keseimbangan antara prinsip mendukung Palestina dan hubungan bilateral dengan Azerbaijan. Kerjasama ini juga dapat memicu ketidakstabilan kawasan yang berdampak pada harga minyak dan keamanan energi Indonesia. Selain itu, keberhasilan aliansi lintas sektarian ini bisa menjadi model yang ditiru oleh negara-negara Muslim lain yang pragmatis, mengubah peta diplomasi global dan posisi Indonesia di forum OKI.

Sumber Asli
CNN Indonesia Internasional
Tanggal
28 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit