Bisnis & Startup

Bank Mandiri Taspen Optimalkan Dana Murah untuk Efisiensi Biaya

Bank Mandiri Taspen Optimalkan Dana Murah untuk Efisiensi Biaya

Ringkasan

  • Bank Mandiri Taspen menargetkan peningkatan rasio dana murah (CASA) hingga 30 persen melalui optimalisasi layanan digital dan diversifikasi produk untuk menekan biaya dana.

PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) kini tengah mengintensifkan strategi untuk memperbesar porsi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) hingga menargetkan kisaran 30 persen. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis perusahaan dalam mengurangi ketergantungan terhadap deposito, yang selama ini menjadi kontributor utama pendanaan, guna menekan biaya dana atau cost of fund (CoF) secara lebih efektif.

Direktur Utama Bank Mandiri Taspen, Panji Irawan, menjelaskan bahwa selama 11 tahun terakhir, perseroan memang lebih banyak mengandalkan deposito untuk mendukung ekspansi kredit pensiunan. Namun, melihat dinamika pasar dan kebutuhan efisiensi, manajemen memutuskan untuk mengubah arah kebijakan pendanaan sejak tujuh bulan terakhir dengan memprioritaskan pertumbuhan giro dan tabungan.

Untuk mencapai target tersebut, Bank Mantap melakukan optimalisasi pada ekosistem layanan digital mereka. Aplikasi Movin, sistem transaksi QRIS, serta layanan Mantap Cash Management (MCM) menjadi instrumen utama dalam menjaring nasabah baru dan meningkatkan volume transaksi giro serta tabungan yang lebih efisien dibandingkan produk deposito.

Upaya ini sempat menunjukkan hasil positif dengan penurunan biaya dana hingga ke level 4,02 persen, sebuah rekor terendah dalam sejarah operasional bank. Kendati demikian, kenaikan suku bunga pasar yang terjadi sejak Juni 2026 memberikan tantangan tersendiri, sehingga perseroan harus tetap waspada dalam menjaga stabilitas likuiditas di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat.

Head of Strategic & Performance Management Department Bank Mandiri Taspen, Agus Syaiful Anwar, menambahkan bahwa rasio CASA perseroan yang selama ini stagnan di angka 20 hingga 23 persen harus didorong lebih jauh. Strategi yang dijalankan mencakup penawaran bunga giro yang kompetitif serta pendekatan value chain kepada instansi dan perusahaan yang bekerja sama dengan perseroan.

Selain itu, Bank Mantap juga mulai melirik diversifikasi layanan dengan menjajaki kemitraan strategis, termasuk kerja sama dengan Pegadaian untuk layanan emas dan penyedia platform crowdfunding. Diversifikasi ini bertujuan untuk menjangkau segmen nasabah di luar pensiunan, mengingat segmen pensiunan memiliki keterbatasan pertumbuhan pendapatan yang memengaruhi potensi penempatan dana di rekening tabungan.

Mengapa Ini Penting

Langkah Bank Mandiri Taspen mencerminkan adaptasi perbankan Indonesia terhadap ketatnya likuiditas dan fluktuasi suku bunga dengan memanfaatkan transformasi digital. Keberhasilan strategi ini akan menentukan daya saing bank dalam menjaga margin keuntungan sekaligus memberikan layanan perbankan yang lebih inklusif bagi nasabah non-pensiunan.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
4 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit