Pemerintah Tiongkok melalui Kementerian Luar Negeri baru saja menyelenggarakan acara pemutaran film khusus bagi 150 diplomat asing beserta keluarga mereka di Beijing. Inisiatif ini dilakukan sebagai upaya diplomasi lunak untuk memberikan perspektif yang lebih mendalam mengenai sejarah dan budaya masyarakat Tiongkok kepada komunitas internasional.
Sebanyak 74 kedutaan besar dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Thailand, Uni Emirat Arab, dan Peru, turut hadir dalam acara tersebut. Film yang dipilih untuk ditayangkan berjudul 'Dear You', sebuah karya sinematik yang mengangkat narasi personal tentang sejarah migrasi dan ikatan emosional masyarakat Tiongkok dengan tanah air mereka.
Film 'Dear You' sendiri mengambil latar belakang wilayah Chaoshan di Provinsi Guangdong dan menggunakan dialek Teochew sebagai bahasa pengantar utamanya. Alur cerita film ini mengikuti perjalanan seorang pria yang menelusuri kembali jejak perjuangan keluarganya selama lebih dari lima dekade melalui surat-surat kiriman uang dari Thailand pada tahun 1940-an.
Selain menyoroti dinamika sejarah keluarga, film ini juga menyentuh isu migrasi masyarakat Tiongkok ke Asia Tenggara serta upaya diaspora dalam melestarikan warisan budaya leluhur mereka di negeri orang. Narasi ini dipilih untuk merefleksikan ketangguhan dan nilai-nilai kemanusiaan yang dianut oleh masyarakat Tiongkok dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Asisten Menteri Luar Negeri Tiongkok, Hong Lei, dalam sambutannya menekankan bahwa banyak warga Tiongkok telah bekerja keras untuk membangun kehidupan di luar negeri. Menurutnya, film ini menjadi cerminan nyata mengenai kepedulian masyarakat biasa terhadap keluarga dan tanah air, sekaligus menonjolkan nilai kebaikan hati yang universal.
Hong Lei berharap melalui medium film ini, para diplomat dapat lebih memahami pola pikir dan perasaan terdalam masyarakat Tiongkok. Langkah ini dipandang sebagai upaya Beijing untuk memperbaiki citra dan memperkuat komunikasi antarnegara melalui pendekatan budaya yang lebih humanis dan emosional di tengah dinamika politik global saat ini.