Duta Besar India untuk China, Vikram Doraiswami, baru-baru ini menyerukan perlunya menciptakan arsitektur kelembagaan baru guna mengurangi ketergantungan global terhadap pendekatan ekonomi yang mengutamakan keamanan di atas segalanya. Dalam pandangannya, model seperti Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) dapat menjadi acuan bagi negara-negara dalam membina kerja sama yang lebih konstruktif di tengah dinamika geopolitik yang menantang.
Dalam sebuah diskusi panel di World Peace Forum yang diselenggarakan di Beijing, Doraiswami menekankan bahwa saat ini dunia sedang menyaksikan pergeseran tren ekonomi global. Banyak negara kini cenderung menjauh dari prinsip efisiensi ekonomi menuju produksi berbasis keamanan, di mana fokus utama lebih diarahkan pada keunggulan kompetitif daripada keunggulan komparatif demi membangun sistem kemandirian nasional secara sepihak.
Doraiswami, yang mulai menjabat sebagai utusan India untuk China pada Mei lalu, menyoroti bahwa hambatan perdagangan global saat ini tidak lagi hanya terbatas pada tarif. Tantangan yang lebih kompleks kini muncul dalam bentuk proses sertifikasi, kontrol ekspor, serta politisasi keuangan, teknologi, dan infrastruktur digital. Hal ini menciptakan sekat-sekat yang menghambat integrasi ekonomi yang sehat di tingkat internasional.
Lebih lanjut, diplomat senior tersebut menyoroti adanya keengganan dari berbagai negara untuk membuka sektor-sektor di mana mereka merasa memiliki kekurangan. Sebaliknya, banyak negara hanya berupaya mendorong perdagangan bebas pada sektor-sektor di mana mereka memiliki posisi yang kuat dan dominan, yang menurutnya merusak semangat keterbukaan pasar global yang adil.
Dalam upaya memperbaiki hubungan bilateral antara kedua negara tetangga di Himalaya tersebut, Doraiswami mendorong akses yang lebih luas bagi produk-produk India untuk masuk ke pasar China. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peningkatan investasi China ke India, yang diyakininya akan memberikan dampak positif dan saling menguntungkan bagi stabilitas hubungan diplomatik kedua raksasa Asia tersebut.
Partisipasi aktif Doraiswami dalam forum yang diselenggarakan oleh Universitas Tsinghua dan Chinese People’s Institute of Foreign Affairs ini mencerminkan komitmen India untuk terus menjajaki dialog strategis. Melalui pendekatan ekonomi yang lebih kooperatif dan inklusif, diharapkan ketegangan di kawasan dapat diredam, sehingga fokus dapat dialihkan pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan kolaborasi infrastruktur yang lebih luas.