Bisnis & Startup

BI NTT Catat Transaksi QRIS Rp157 Juta di Kupang Digital Fest 2026, Dorong Inklusi Keuangan di Indonesia Timur

Ringkasan

  • BI NTT mencatat transaksi QRIS sebesar Rp157 juta dengan 9.870 transaksi selama Kupang Digital Fest 2026, menandakan percepatan adopsi pembayaran digital dan inklusi keuangan di Indonesia timur.

Kupang, ANTARA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat nilai transaksi melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mencapai Rp157 juta selama pelaksanaan Kupang Digital Fest (KDF) 2026 yang berlangsung pada Jumat hingga Sabtu, 10-11 Juli 2026 di halaman Kantor Gubernur NTT. Capaian ini mencerminkan percepatan adopsi pembayaran digital di wilayah Indonesia timur yang selama ini relatif tertinggal dibandingkan pulau Jawa.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah NTT Adidoyo Prakoso mengungkapkan bahwa selama dua hari kegiatan, tercatat sebanyak 9.870 transaksi QRIS Rp1 pada wahana permainan digital yang disiapkan panitia sebagai bagian dari edukasi penggunaan pembayaran non-tunai. Angka transaksi yang signifikan dalam periode singkat ini menunjukkan bahwa infrastruktur pembayaran digital telah mulai meresap ke lapisan masyarakat umum, termasuk kalangan muda dan pelaku UMKM skala mikro.

"Capaian tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat sebagai pengguna, tetapi juga mampu mendorong aktivitas ekonomi dan membuka peluang yang lebih besar bagi UMKM lokal untuk berkembang," ujar Adidoyo dalam keterangan resmi KPwBI NTT, Minggu malam. Pernyataan ini selaras dengan strategi nasional Bank Indonesia dalam mempercepat transformasi sistem pembayaran guna mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif.

Kupang Digital Fest 2026 merupakan kolaborasi strategis antara Bank Indonesia Provinsi NTT, Pemerintah Provinsi NTT, dan Pemerintah Kota Kupang. Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai pameran teknologi, melainkan sebagai intervensi terstruktur untuk meningkatkan akseptasi transaksi non-tunai melalui QRIS, memperkuat literasi pelindungan konsumen, serta memperluas ekosistem ekonomi dan keuangan digital di daerah-daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT Rio Khasananda menegaskan bahwa keberhasilan KDF tidak hanya diukur dari kelancaran rangkaian acara, tetapi dari meningkatnya kebiasaan masyarakat menggunakan QRIS dalam transaksi sehari-hari. "Semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan QRIS dan semakin banyak pelaku UMKM yang menerima pembayaran digital menjadi indikator penting dalam mendorong transformasi sistem pembayaran di NTT," kata Rio. Data internal BI menunjukkan penambahan 103 ribu pengguna QRIS baru di NTT sepanjang 2025, dengan target 150 ribu penambahan pada 2026.

Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan KDF 2026 yang dinilai mampu mempercepat digitalisasi ekonomi daerah. Gubernur Emanuel menilai QRIS sebagai salah satu "game changer" yang dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi NTT melalui perluasan transaksi digital yang mudah, cepat, dan aman. Perspektif ini penting mengingat NTT memiliki geografis kepulauan yang menantang untuk menjangkau layanan keuangan formal ke seluruh wilayah.

Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, Bank Indonesia juga menyerahkan bantuan digitalisasi kepada kelompok masyarakat di Kabupaten Lembata dan Alor — dua wilayah yang terpencil dan membutuhkan akses keuangan digital. Bantuan ini disertai materi edukasi mengenai QRIS, pelindungan konsumen, serta program "Cinta Bangga Paham Rupiah" kepada mitra kerja. Pendekatan berbasis wilayah ini dirancang untuk memastikan manfaat digitalisasi tidak hanya terpusat di ibu kota provinsi.

Rangkaian KDF 2026 juga diisi bazar UMKM, QRIS Taputar Championship, Drumband Taputar PeKA Competition, serta diskusi mengenai transformasi pembayaran digital dan keamanan siber. Kombinasi antara edukasi, hiburan, dan pemberdayaan ekonomi kreatif ini menciptakan model festival digital yang replikatif untuk daerah lain di Indonesia timur. Bank Indonesia berharap capaian transaksi selama KDF 2026 menjadi momentum untuk memperluas penggunaan QRIS, memperkuat daya saing UMKM, serta mendorong terbentuknya budaya transaksi digital yang aman dan terpercaya di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Mengapa Ini Penting

Capaian transaksi QRIS Rp157 juta dalam dua hari di NTT membuktikan bahwa infrastruktur pembayaran digital telah meloncat ke wilayah 3T, mengubah lanskap ekonomi UMKM yang selama ini bergantung tunai. Kolaborasi BI-pemerintah daerah menciptakan model replikatif untuk percepatan inklusi keuangan di Indonesia timur. Adopsi QRIS di tingkat akar rumput ini krusial untuk mengurangi ketergantungan ekonomi informal pada uang tunai, memperluas basis data transaksi untuk perencanaan kebijakan, serta membuka akses pembiayaan digital bagi jutaan pelaku UMKM yang sebelumnya terkecualai dari sistem keuangan formal.

Sumber Asli
ANTARA News
Tanggal
12 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit