Bitcoin dan ether mengalami pergerakan harga yang nyaris datar pada Sabtu (12 Juli 2026), ketika AS melancarkan serangan udara terbaru ke Iran dan Tehran mengumumkan penutupan Selat Hormuz "hingga pemberitahuan lebih lanjut". Bitcoin diperdagangkan sekitar $63.800, turun 0,3% dalam 24 jam terakhir namun naik 2% secara mingguan. Ether juga bertahan di kisaran $1.800, menguat 2% selama seminggu, sementara koin-koin besar lainnya seperti XRP dan dogecoin hanya mencatat perubahan fraksional.
Pasar minyak, saham, dan obligasi masih tutup karena akhir pekan, sehingga Bitcoin menjadi salah satu aset langka yang dapat menghargai eskalasi geopolitik secara real‑time. Pengamatan menunjukkan lalu lintas kapal di Selat Hormuz pada pagi hari Minggu (Asia) masih sangat terbatas, jauh di bawah tingkat normal, meskipun beberapa pergerakan tercatat. Komando Pusat AS mengkonfirmasi bahwa Presiden Trump memerintahkan serangan tersebut guna membatasi kemampuan Iran dalam menyerang kapal komersial, setelah pasukan Iran menargetkan kapal kontainer berbendera Siprus. Media resmi Iran melaporkan ledakan di sepanjang pantai selatan, termasuk pusat energi Bushehr dan Asalouyeh serta pelabuhan Bandar Abbas dan Bandar-e Dayyer.
Kripto besar lainnya menunjukkan kinerja yang beragam. Solana menjadi yang terlemah di antara koin utama, diperdagangkan di sekitar $76, turun 5% selama tujuh hari terakhir. XRP turun ke $1,09 dan dogecoin melemah ke sekitar $0,07. Secara keseluruhan, perubahan harga hanya dalam skala persen pada hari itu, mencerminkan pola ketenangan yang telah muncul seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Reaksi pasar terhadap penutupan Selat Hormuz oleh Iran pada Maret lalu jauh lebih dramatis. Brent crude melonjak melebihi $100 per barel untuk pertama kalinya dalam empat tahun dan sempat mencapai hampir $120, sementara Bitcoin mengalami penjualan tajam pada setiap eskalasi. Kali ini, minyak, ekuitas, dan obligasi sedang libur, sehingga Bitcoin menjadi satu-satunya pasar besar yang dapat menilai dampak serangan tersebut secara real-time, dan saat ini memperlakukannya hampir sebagai peristiwa netral. Dampak lintas aset yang lebih luas, terutama pada harga minyak mentah, mungkin baru akan terlihat ketika perdagangan dimulai lagi pada Senin.
Sementara itu, aset digital secara keseluruhan masih berada dalam tren bearish yang berkelanjutan. Laporan triwulanan terbaru menunjukkan bahwa aset digital mengalami kuartal ketiga berturut-turut mengalami kerugian pada Q2‑2026, yang merupakan periode penurunan terpanjang sejak pasar bearish tahun 2022. Arus keluar modal institusional beralih ke saham AI, sementara ETF Bitcoin mencatat outflow kuartalan terbesar sejak diluncurkan. Meskipun demikian, adopsi struktural terus berlanjut di berbagai sektor, dan para analis memperingatkan agar memantau sinyal-sinyal khusus pada Q3 yang dapat mengindikasikan perubahan arah.
Dari perspektif Indonesia, perkembangan ini memiliki implikasi penting. Pasar kripto Indonesia terus tumbuh, dengan volume perdagangan harian yang signifikan dan minat ritel yang tinggi. Ketidakpastian global cenderung meningkatkan volatilitas aset digital, sehingga investor dan regulator di Indonesia perlu waspada terhadap risiko sistemik yang dapat menular. Selain itu, pergeseran modal institusional ke AI dan aset tradisional dapat mengurangi likuiditas di pasar kripto, yang berpotensi mempengaruhi harga Bitcoin dan altcoin di bursa-bursa lokal. Pembuat kebijakan di Indonesia mungkin mempertimbangkan untuk memperkuat kerangka pengawasan untuk melindungi investor sekaligus mendorong inovasi dalam teknologi aset digital.
Secara keseluruhan, kombinasi antara eskalasi geopolitik dan tren bearish yang berkelanjutan menciptakan lingkungan yang rumit bagi pasar kripto. Meskipun Bitcoin dan Ether saat ini tampak kebal terhadap serangan terbaru, reaksi pasar yang sebenarnya mungkin baru akan terlihat ketika pasar tradisional dibuka kembali pada Senin. Investor di Indonesia dan di seluruh dunia disarankan untuk memantau perkembangan ini dengan cermat dan menyesuaikan alokasi portofolio mereka sesuai dengan hal tersebut.