BlackRock, manajer aset terbesar di dunia, resmi mengumumkan peluncuran exchange-traded fund (ETF) yang melacak indeks Nasdaq-100 yang sarat dengan saham teknologi. Langkah strategis ini diambil perusahaan untuk memenuhi lonjakan permintaan investor global yang ingin memanfaatkan momentum reli pasar saham yang didorong oleh kemajuan kecerdasan buatan (AI).
Produk terbaru yang dinamakan iShares Nasdaq 100 ETF ini dijadwalkan mulai diperdagangkan pada hari Kamis. Peluncuran ini bertepatan dengan periode di mana Nasdaq baru saja merevisi kriteria indeksnya untuk mempercepat inklusi perusahaan-perusahaan baru yang memiliki kapitalisasi besar, termasuk entitas inovatif seperti SpaceX.
Kehadiran produk baru BlackRock ini secara langsung akan menantang dominasi Invesco di pasar ETF Nasdaq-100. Selama ini, Invesco telah memegang kendali pasar melalui produk andalannya, yakni QQQ Trust Series 1 dan Nasdaq 100 ETF, yang menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari eksposur pada saham-saham teknologi berkapitalisasi besar.
Elise Terry, Kepala iShares BlackRock untuk wilayah Amerika Serikat, menyatakan bahwa iShares Nasdaq 100 ETF ini dirancang untuk melengkapi portofolio investor. Produk ini diharapkan dapat memberikan fleksibilitas lebih besar bagi investor dalam menyelaraskan strategi investasi mereka dengan tujuan jangka panjang di tengah dinamika pasar yang terus berubah.
Antusiasme investor terhadap saham teknologi dan perusahaan berkapitalisasi besar telah mendorong Nasdaq-100 mencatatkan kuartal terbaiknya sejak April 2020 pada periode yang berakhir Juni lalu. Indeks ini sendiri secara spesifik melacak 100 perusahaan non-keuangan terbesar yang terdaftar di bursa saham Nasdaq.
Dari sisi aksesibilitas harga, iShares Nasdaq 100 ETF akan memulai perdagangan dengan nilai aset bersih (NAV) awal sebesar $24 per saham. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan NAV produk serupa dari Invesco, yang masing-masing berada di level $722,45 dan $297,45, sehingga memberikan opsi entry point yang lebih terjangkau bagi para investor ritel maupun institusi.