Kebakaran besar yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, telah memasuki hari kedua pada Rabu, 1 Juli 2026. Kobaran api yang belum berhasil dipadamkan dilaporkan justru semakin meluas, memicu respons cepat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melakukan intervensi udara guna mengendalikan situasi di lapangan.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menjelaskan bahwa proses pemadaman di darat menghadapi kendala signifikan karena karakteristik material yang terbakar. Tumpukan sampah yang tebal dan mengandung bahan mudah terbakar membuat api sulit dijinakkan hanya dengan metode konvensional. Selain itu, titik api yang berada di tumpukan sampah dengan ketinggian ekstrem menyulitkan akses peralatan petugas pemadam kebakaran.
Kondisi cuaca di lokasi kejadian juga memperburuk situasi. Embusan angin kencang serta cuaca panas yang ekstrem menyebabkan api merambat dengan sangat cepat ke berbagai area TPA. Untuk mengatasi hambatan tersebut, BNPB memutuskan untuk mengerahkan dua unit helikopter water bombing. Helikopter jenis MI-8AMT dengan registrasi RA-22834, yang sebelumnya bertugas di Jambi, telah direposisi ke Tangerang dengan kapasitas angkut air mencapai 4.000 liter per putaran.
Di sektor darat, upaya pemadaman tetap dilakukan secara intensif dengan menerjunkan 10 unit armada mobil pemadam kebakaran dari berbagai instansi terkait. Fokus utama petugas saat ini adalah melokalisasi api agar tidak menjalar lebih jauh ke area yang belum terdampak. Hingga saat ini, diperkirakan sekitar 15 hektare dari total 31 hingga 33 hektare luas lahan TPA telah habis dilahap si jago merah.
Dampak lingkungan dan kesehatan mulai dirasakan oleh warga sekitar. Sebanyak lima kepala keluarga atau 15 jiwa terpaksa mengungsi ke Balai Desa Tanjakan Mekar demi menghindari paparan asap pekat. Tim kesehatan setempat telah disiagakan dan melakukan pembagian masker secara masif kepada masyarakat untuk meminimalisir risiko gangguan pernapasan akibat polusi udara dari kebakaran tersebut.
Meski lokasi kebakaran terletak sekitar 12 kilometer dari ujung landasan pacu Bandara Internasional Soekarno-Hatta, otoritas memastikan operasional penerbangan hingga kini masih berjalan normal. BNPB berkomitmen untuk terus memantau situasi dan siap melakukan operasi modifikasi cuaca jika langkah pemadaman udara dan darat belum memberikan hasil yang signifikan dalam waktu dekat.