Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengambil langkah strategis dalam upaya memadamkan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Memasuki hari keempat penanganan, tim gabungan mulai menerapkan metode injeksi air, yakni teknik menyuntikkan air secara langsung ke titik api yang berada di bawah permukaan tumpukan sampah.
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, Djohan Darmawan, menjelaskan bahwa metode injeksi ini dinilai sangat efektif untuk menjangkau bara api yang terperangkap di dalam gunungan sampah. Pihaknya telah berkoordinasi dengan kepala pemadam kebakaran setempat untuk segera memasang pipa-pipa penyalur air di titik-titik krusial area TPA yang masih terbakar.
Pelaksanaan teknis di lapangan melibatkan sinergi antarinstansi, termasuk petugas pemadam kebakaran dan personel Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan. Sebanyak 30 personel Manggala Agni yang memiliki spesialisasi dalam menangani kebakaran lahan dan sampah telah diterjunkan untuk memastikan metode injeksi berjalan optimal sejak Jumat siang.
Selain pendekatan darat melalui injeksi dan pengerahan 18 unit armada pemadam, upaya pemadaman juga diperkuat dengan dukungan udara. BNPB mengoperasikan dua unit helikopter jenis MI-8AMT yang dilengkapi dengan kantung air berkapasitas 4.000 liter untuk melakukan water bombing pada area yang sulit dijangkau oleh petugas di lapangan.
Djohan menambahkan bahwa hingga saat ini, sekitar 30 persen dari total luasan area terdampak kebakaran telah berhasil dipadamkan dan berada dalam kendali petugas. Penggunaan alat berat jenis ekskavator juga terus dioptimalkan untuk membongkar dan mengurai timbunan sampah yang telah dibasahi, guna memastikan tidak ada lagi titik api tersembunyi yang berpotensi memicu api kembali membesar.
Kondisi di lokasi hingga Jumat sore masih menunjukkan adanya kepulan asap tipis di beberapa titik. Oleh karena itu, akses menuju TPA Jatiwaringin tetap dijaga ketat oleh petugas gabungan TNI, Polri, dan instansi terkait. Pembatasan akses ini dilakukan untuk memprioritaskan mobilitas kendaraan operasional darurat serta menjaga keselamatan warga di sekitar area TPA selama proses pemadaman berlangsung.