Berita

Bogor Line Jadi Lintasan KRL dengan Mobilitas Tertinggi, Catat 78,08 Juta Penumpang di Semester I 2026

Bogor Line Jadi Lintasan KRL dengan Mobilitas Tertinggi, Catat 78,08 Juta Penumpang di Semester I 2026

Ringkasan

  • Bogor Line mencatat 78,08 juta penumpang sepanjang semester I 2026, menjadikannya lintas KRL terpadat.
  • KAI tengah menyiapkan operasional SF12 di Stasiun Bogor.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) secara resmi menetapkan Bogor Line sebagai lintas KRL Commuter Line dengan volume penumpang tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data operasional periode Januari hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 78.077.679 pelanggan telah menggunakan layanan transportasi berbasis rel ini, yang sekaligus menegaskan ketergantungan masyarakat di kawasan Bogor, Depok, dan sekitarnya terhadap moda transportasi massal tersebut.

Tren pertumbuhan jumlah pengguna Bogor Line menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Mengacu pada data historis, jumlah penumpang terus menanjak dari 102,05 juta pada 2022, menjadi 133,04 juta pada 2023, kemudian melonjak ke angka 145,92 juta pada 2024, hingga mencapai 155,00 juta pelanggan pada penutupan tahun 2025. Data ini mencerminkan KRL telah menjadi tulang punggung mobilitas harian masyarakat.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan bahwa tingginya volume pelanggan ini menuntut penguatan kapasitas layanan yang lebih andal dan nyaman. Menurutnya, Bogor Line berperan vital dalam menopang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan akses kerja masyarakat yang terhubung langsung ke pusat kota Jakarta setiap harinya.

Stasiun Bogor sendiri kini menjadi simpul pergerakan penumpang paling padat di seluruh jaringan KRL. Selama semester pertama 2026, tercatat 18.451.462 pergerakan penumpang di stasiun ini, dengan rata-rata harian mencapai 101.942 orang. Angka tersebut menempatkan Stasiun Bogor di posisi pertama, mengungguli stasiun-stasiun besar lainnya seperti Tanah Abang, Sudirman, Citayam, dan Bekasi.

Sebagai langkah strategis untuk merespons kepadatan tersebut, KAI tengah melakukan pengembangan infrastruktur berupa perbaikan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor. Proyek ini bertujuan mendukung operasional rangkaian KRL dengan formasi 12 kereta atau SF12, yang diharapkan mampu menampung lebih banyak penumpang dalam satu kali perjalanan.

Proyek yang telah dimulai sejak 15 April 2026 ini mencakup berbagai aspek teknis mulai dari struktur, arsitektur, sistem MEP, hingga listrik aliran atas. Pekerjaan tersebut kini memasuki tahap penyelesaian dan ditargetkan rampung pada 15 Juli 2026. Implementasi SF12 diharapkan mampu menciptakan alur naik-turun yang lebih tertata dan meningkatkan kenyamanan pelanggan, khususnya saat jam sibuk.

Mengapa Ini Penting

Peningkatan kapasitas KRL melalui formasi SF12 merupakan langkah krusial untuk menekan kemacetan di kawasan penyangga Jakarta. Keberhasilan optimasi infrastruktur ini menjadi tolok ukur bagi efektivitas transportasi publik dalam mendukung produktivitas ekonomi nasional.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
7 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit