Bisnis & Startup

BP Tapera Resmi Berikan Fasilitas DP 0 Persen KPR Subsidi bagi Mitra Driver Gojek

BP Tapera Resmi Berikan Fasilitas DP 0 Persen KPR Subsidi bagi Mitra Driver Gojek

Ringkasan

  • BP Tapera meluncurkan program KPR subsidi dengan DP 0 persen khusus bagi mitra driver Gojek untuk mempermudah akses kepemilikan rumah bagi pekerja sektor informal.

Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) secara resmi membuka akses kepemilikan rumah bagi pekerja sektor informal melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan uang muka atau down payment (DP) nol persen. Kebijakan ini menyasar mitra pengemudi ojek daring Gojek yang masuk dalam kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera, Sid Herdi Kusuma, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap pekerja informal yang memiliki penghasilan rutin namun kerap terkendala akses pembiayaan perumahan formal. Kerja sama ini diresmikan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BP Tapera dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk di Jakarta.

Melalui program ini, mitra driver Gojek yang memenuhi syarat dapat memanfaatkan skema KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Inisiatif ini diharapkan mampu membantu para mitra untuk memiliki rumah pertama dengan skema cicilan yang jauh lebih ringan dan terjangkau dibandingkan KPR komersial pada umumnya.

Kerja sama strategis ini direncanakan akan berlangsung hingga tahun 2027. Pihak BP Tapera berharap cakupan program ini dapat meluas ke berbagai daerah di Indonesia, sehingga lebih banyak pekerja sektor informal yang merasakan manfaat nyata dari program perumahan nasional yang digagas oleh pemerintah.

Selain kemudahan DP nol persen, pemerintah juga melakukan penyesuaian pada kebijakan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penyesuaian ini bertujuan untuk memberikan peluang lebih besar bagi masyarakat, termasuk pekerja gig economy, untuk mengakses pembiayaan perumahan yang sejalan dengan target ambisius Program Tiga Juta Rumah.

Hingga Juli 2026, BP Tapera mencatat realisasi penyaluran FLPP telah mencapai 93.339 unit dengan total nilai Rp11,60 triliun. Mayoritas penerima manfaat berasal dari sektor pekerja swasta sebesar 65,49 persen, disusul oleh wiraswasta dan profesi lainnya, yang menunjukkan tren positif bahwa akses perumahan kini mulai merambah ke kelompok masyarakat yang sebelumnya sulit mengakses perbankan formal.

Mengapa Ini Penting

Kebijakan ini menjadi terobosan penting dalam inklusi keuangan bagi pekerja gig economy yang selama ini sering dianggap 'unbankable' oleh sektor perbankan formal. Dengan mempermudah akses kepemilikan rumah bagi mitra pengemudi, pemerintah dan platform teknologi tidak hanya meningkatkan kesejahteraan sosial, tetapi juga memperkuat stabilitas ekonomi di tingkat pekerja sektor informal.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
3 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit