Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar secara resmi meluncurkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Sistem Integrasi Gerakan Adaptif Pesisir, yang dikenal dengan sebutan Sigap Pesisir. Inovasi ini dirancang sebagai langkah strategis untuk mempercepat respons penanganan bencana di kawasan pesisir yang memiliki risiko tinggi terhadap ancaman cuaca ekstrem dan banjir rob.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, menjelaskan bahwa SOP Sigap Pesisir merupakan bagian dari proyek perubahan yang berorientasi pada reformasi sistem respons kebencanaan. Fokus utama dari inisiatif ini adalah membangun jejaring kesiapsiagaan yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam penanganan awal di lokasi kejadian sebelum bantuan dari pemerintah tiba.
Menurut Fadli, efektivitas penyelamatan korban di wilayah pesisir sangat bergantung pada faktor waktu. Selama ini, kendala akses, keterlambatan informasi, dan koordinasi yang belum terintegrasi membuat respons penanganan di beberapa lokasi memakan waktu hingga 90 menit. Melalui Sigap Pesisir, hambatan tersebut dipangkas dengan mengintegrasikan masyarakat ke dalam sistem respons yang baku.
Dengan penerapan SOP baru ini, BPBD Kota Makassar menargetkan durasi waktu respons dapat ditekan secara signifikan hingga menjadi sekitar 15 menit saja. Mekanisme ini mencakup tahapan yang terukur, mulai dari deteksi dini, prosedur pelaporan, penyebaran informasi secara cepat, hingga aktivasi relawan dan aparat kewilayahan yang terkoordinasi secara seragam di lapangan.
Sosialisasi SOP ini menjadi langkah awal implementasi bagi wilayah pesisir Makassar yang rentan terhadap ancaman gelombang pasang, banjir rob, hingga insiden kedaruratan di perairan. BPBD meyakini bahwa keberhasilan penanggulangan bencana tidak hanya terletak pada peralatan canggih, melainkan pada kapasitas masyarakat di garis depan yang mampu bertindak cepat secara mandiri.
Melalui proyek perubahan ini, BPBD Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk membangun tata kelola penanggulangan bencana yang modern, kolaboratif, dan humanis. Sigap Pesisir diharapkan dapat menjadi model inovasi daerah dalam memperkuat ketangguhan kawasan pesisir sekaligus meningkatkan standar kualitas pelayanan publik di bidang kebencanaan bagi masyarakat luas.