Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK) secara resmi menjalin kemitraan strategis dengan National Audit Office of Tanzania (NAOT). Langkah ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang bertujuan untuk memperkuat kolaborasi bilateral dalam ranah pemeriksaan sektor publik antar kedua negara.
Proses penandatanganan tersebut berlangsung di kantor Kementerian Luar Negeri Tanzania, Dar es Salaam. Hadir dalam acara tersebut Ketua BPK RI, Isma Yatun, yang menandatangani dokumen kerja sama bersama Controller and Auditor General (CAG) Tanzania, Charles Edward Kichere. Momen ini sekaligus menjadi simbol komitmen jangka panjang kedua lembaga dalam meningkatkan profesionalisme audit.
Dalam keterangan resminya, Isma Yatun menegaskan bahwa MoU ini merupakan tonggak sejarah penting yang mempererat hubungan kerja sama yang telah dirintis selama beberapa tahun terakhir. Kehadiran Duta Besar Republik Indonesia untuk Tanzania, Burundi, Rwanda, dan Komunitas Afrika Timur, Tri Yogo Jatmiko, serta perwakilan pemerintah Tanzania semakin mempertegas signifikansi kerja sama ini bagi hubungan diplomatik kedua negara.
Melalui kerangka kerja sama yang komprehensif ini, kedua lembaga sepakat untuk saling bertukar pengetahuan, keahlian, dan praktik terbaik dalam dunia audit. Fokus utama dari kolaborasi ini adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan pengembangan profesionalisme pemeriksa dengan tetap mengacu pada standar internasional serta prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.
Hubungan antara BPK dan NAOT sendiri telah terjalin dengan intensif sejak tahun 2019. Berbagai kegiatan telah dilakukan, mulai dari pertemuan bilateral, keterlibatan NAOT dalam program pelatihan internasional yang diselenggarakan BPK pada 2024, hingga kunjungan balasan CAG Tanzania ke Indonesia pada 2025. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi fondasi kokoh bagi peresmian MoU ini.
Ke depan, kolaborasi ini diproyeksikan akan semakin mendalam. Hal ini sejalan dengan peran BPK yang semakin strategis di kancah global, termasuk menjadi anggota United Nations Board of Auditors (UN BoA) periode 2026–2032, tuan rumah International Congress of Supreme Audit Institutions (INCOSAI) 2028, serta memegang jabatan Ketua International Organization of Supreme Audit Institutions (INTOSAI) untuk periode 2028–2031.