Berita

Jaga Stabilitas Harga, Bulog Distribusikan 43.440 Liter Minyakita di Magetan dan Ponorogo

Jaga Stabilitas Harga, Bulog Distribusikan 43.440 Liter Minyakita di Magetan dan Ponorogo

Ringkasan

  • Perum Bulog Cabang Ponorogo mendistribusikan 43.440 liter Minyakita per pekan ke Magetan dan Ponorogo demi menjaga kestabil untuk menjaga harga sesuai HET.

Perum Bulog Cabang Ponorogo kini memperkuat upaya stabilisasi harga minyak goreng di tingkat konsumen dengan menyalurkan 43.440 liter Minyakita setiap pekannya. Program distribusi ini menyasar sejumlah pasar tradisional strategis di wilayah Kabupaten Magetan dan Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, sebagai langkah konkret menjaga ketersediaan pasokan sekaligus menekan potensi inflasi harga pangan.

Pimpinan Cabang Bulog, Budiawan Susanto, menjelaskan bahwa distribusi minyak goreng kemasan bersubsidi ini dilakukan secara rutin sebanyak dua kali dalam satu minggu. Strategi droping berkala ini dirancang untuk memastikan stok di pedagang pasar selalu terjaga, sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok tersebut dengan harga yang terjangkau dan sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Secara rinci, penyaluran mingguan tersebut terbagi ke dalam dua wilayah utama. Sebanyak 20.640 liter dialokasikan untuk wilayah Ponorogo, sementara 22.800 liter lainnya disalurkan ke wilayah Magetan. Total distribusi ini melibatkan 132 pedagang pasar yang telah resmi terdaftar sebagai mitra Bulog, dengan rincian 49 pedagang di Ponorogo dan 83 pedagang di Magetan.

Delapan pasar tradisional yang menjadi titik distribusi utama mencakup Pasar Legi, Pasar Sawoo, dan Pasar Pulung di Ponorogo, serta Pasar Sayur, Pasar Gorang Gareng, Pasar Plaosan, Pasar Mangge, dan Pasar Parang di Magetan. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada tingkat kebutuhan masyarakat yang tinggi di pusat-pusat perdagangan rakyat tersebut.

Untuk menjamin kepatuhan pedagang, Bulog menerapkan pengawasan ketat dengan memasang stiker harga di setiap toko mitra. Harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan adalah Rp15.700 per liter. Budiawan menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan mencabut status kemitraan bagi pedagang yang terbukti menjual produk di atas harga yang telah ditentukan demi melindungi konsumen.

Program ini merupakan bagian dari penugasan pemerintah melalui Kementerian Perdagangan untuk memastikan distribusi minyak goreng bersubsidi tepat sasaran. Berdasarkan data operasional, sejak Januari hingga Juni 2026, Bulog Kantor Cabang Ponorogo telah berhasil menyalurkan total 404.801 liter Minyakita, menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat daerah.

Mengapa Ini Penting

Stabilitas harga minyak goreng merupakan indikator kunci pengendalian inflasi daerah yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah. Upaya pengawasan ketat oleh Bulog melalui sistem mitra pasar memberikan preseden penting bagi efektivitas distribusi bantuan pemerintah dalam meminimalisir praktik spekulasi harga di tingkat pengecer.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
6 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit