Internasional

PBB: China Berpotensi Melampaui Amerika Serikat dalam Pencapaian Pembangunan Berkelanjutan

PBB: China Berpotensi Melampaui Amerika Serikat dalam Pencapaian Pembangunan Berkelanjutan

Ringkasan

  • Laporan PBB menunjukkan China berpotensi menyalip Amerika Serikat dalam pencapaian target Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada 2030.

Laporan terbaru dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bertajuk 'Sustainable Development Report 2026' mengungkapkan temuan signifikan mengenai dinamika kemajuan global. China dinilai berada di jalur yang tepat untuk melampaui Amerika Serikat dalam upaya pengentasan kemiskinan serta perlindungan lingkungan hidup. Laporan yang dirilis pada 23 Juni ini memantau progres 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang menjadi cetak biru global untuk mencapai kesejahteraan manusia dan kelestarian planet hingga tahun 2030.

Dalam analisis mendalamnya, laporan tersebut menyoroti kecepatan progres China yang jauh lebih pesat dibandingkan beberapa kekuatan besar lainnya. Setelah berhasil melampaui posisi Rusia pada tahun 2021, China kini diproyeksikan akan menyalip Amerika Serikat dalam beberapa tahun ke depan berdasarkan laju kemajuan saat ini. Perubahan posisi ini menandai pergeseran substansial dalam peta pencapaian pembangunan global yang selama ini didominasi oleh negara-negara maju.

Data yang dirilis oleh UN Sustainable Development Solutions Network menunjukkan bahwa kesenjangan antara China dan Amerika Serikat dalam mencapai target SDGs telah menyempit secara drastis dalam satu dekade terakhir. Antara tahun 2015 hingga 2025, selisih skor pembangunan berkelanjutan kedua negara tersebut kini hanya tersisa 0,63 poin. Angka ini mencerminkan keberhasilan kebijakan domestik China dalam mengintegrasikan aspek sosial dan ekonomi secara lebih efektif.

Jika menilik ke belakang, pada tahun 2015 terdapat perbedaan performa yang cukup mencolok antara kekuatan-kekuatan besar dunia. Saat itu, Amerika Serikat menempati peringkat ke-40, sementara China berada di peringkat ke-63. Namun, sepuluh tahun kemudian, peta peringkat berubah secara signifikan di mana Amerika Serikat turun ke peringkat ke-45, sedangkan China melonjak ke peringkat ke-49, menunjukkan tren performa yang berlawanan di antara kedua negara tersebut.

Agenda 2030 yang diadopsi oleh seluruh negara anggota PBB pada tahun 2015 mencakup berbagai indikator krusial, mulai dari pengentasan kemiskinan, pemberantasan kelaparan, akses pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, hingga pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Ke-17 tujuan ini dirancang untuk saling mengaitkan dimensi lingkungan, sosial, dan ekonomi guna memastikan pembangunan yang berkelanjutan bagi seluruh populasi dunia.

Laporan ini menjadi pengingat penting bagi komunitas internasional mengenai pentingnya komitmen nyata dalam mencapai target global. Keberhasilan China dalam mengejar ketertinggalan menunjukkan bahwa investasi strategis pada infrastruktur sosial dan keberlanjutan lingkungan dapat mengubah posisi sebuah negara di panggung dunia. Sementara itu, tantangan bagi negara maju seperti Amerika Serikat adalah mempertahankan momentum di tengah dinamika domestik yang terus berubah.

Mengapa Ini Penting

Pergeseran tren pembangunan global ini menjadi acuan penting bagi Indonesia dalam menyusun kebijakan ekonomi dan lingkungan jangka panjang. Kemajuan China membuktikan bahwa akselerasi target pembangunan berkelanjutan dapat dicapai melalui integrasi teknologi dan kebijakan sosial yang tepat, yang bisa menjadi studi kasus bagi Indonesia untuk meningkatkan peringkat SDGs nasional.

Sumber Asli
Scmp
Tanggal
25 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit