Pemerintah China secara resmi telah melarang penggunaan tiletamine, sebuah senyawa anestesi yang umum digunakan dalam dunia kedokteran hewan. Keputusan ini diambil menyusul peningkatan tajam kasus penyalahgunaan zat tersebut oleh kalangan anak muda yang mengonsumsinya melalui perangkat rokok elektrik atau vape.
Sejak tanggal 1 Juli, senyawa tiletamine telah diklasifikasikan ke dalam daftar zat yang diawasi secara ketat oleh otoritas kesehatan dan hukum di China. Regulasi yang diterapkan untuk tiletamine kini setara dengan pengawasan terhadap fentanyl, yang mencerminkan urgensi pemerintah dalam menangani ancaman kesehatan masyarakat yang muncul akibat penyalahgunaan zat ini.
Tiletamine diketahui memiliki kemiripan struktur kimia dengan ketamine, zat yang sering dikenal masyarakat luas sebagai 'bubuk K'. Dalam penggunaan medis yang sah, tiletamine berfungsi sebagai anestesi bedah untuk hewan peliharaan seperti kucing dan anjing. Namun, celah regulasi yang ada sebelumnya memungkinkan zat ini disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Para pelaku penyalahgunaan memanfaatkan tiletamine dengan cara menguapkannya di dalam rokok elektrik untuk mendapatkan efek halusinasi disosiatif. Pengguna dilaporkan mengalami sensasi pelepasan kesadaran, serta gangguan visual dan pendengaran yang parah. Fenomena ini berkembang pesat di berbagai tempat hiburan malam, termasuk diskotek, bar, hingga arena biliar.
Data dari jurnal Policing Studies edisi kelima tahun 2026 mengungkapkan skala permasalahan yang cukup memprihatinkan. Di kota Shenyang saja, tercatat sebanyak 1.605 individu telah diperiksa dan diberikan edukasi terkait penyalahgunaan tiletamine dalam periode singkat antara November 2025 hingga awal Januari 2026.
Langkah tegas pemerintah China ini diharapkan dapat menutup celah hukum yang sebelumnya dimanfaatkan oleh pengedar narkoba sintetis. Pihak berwenang kini terus melakukan pengawasan ketat di perbatasan dan pusat distribusi obat-obatan untuk memastikan bahwa anestesi hewan ini tidak lagi tersedia secara bebas bagi konsumen yang tidak memiliki kebutuhan medis yang sah.