Kebakaran hebat yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, kini memasuki fase kritis. Kepulan asap tebal yang terus menyelimuti permukiman warga sejak Rabu (1/7) telah memicu kekhawatiran serius terkait kesehatan masyarakat setempat. Sejumlah warga melaporkan gangguan pernapasan akut akibat paparan asap yang pekat, yang juga mengganggu kenyamanan tidur mereka di malam hari.
Menanggapi situasi darurat ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang menerapkan sistem evakuasi situasional yang berbasis pada arah pergerakan angin. Warga Desa Tanjakan Mekar, yang wilayahnya paling terdampak, dipindahkan sementara ke lokasi aman seperti kantor desa atau rumah ketua RT setiap kali arah angin membawa asap ke arah permukiman. Kebijakan ini diambil sebagai langkah preventif untuk meminimalisir paparan udara beracun bagi kelompok rentan, seperti lansia, ibu hamil, dan balita.
Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi intensif dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BPBD Provinsi Banten. Kendala utama dalam proses pemadaman adalah kondisi cuaca ekstrem dan kencangnya tiupan angin yang menyulitkan petugas. Meskipun sebagian besar titik api telah berhasil dikendalikan, area puncak tumpukan sampah yang sulit dijangkau armada pemadam masih terus mengeluarkan asap tebal.
Sebagai bentuk respons cepat, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang telah menyiagakan tim medis di lokasi kejadian. Sebanyak 60 warga tercatat telah mendapatkan penanganan medis intensif akibat keluhan kesehatan seperti sakit tenggorokan, batuk, pusing, hingga sesak napas. Dokter Vina, salah satu petugas medis di lapangan, menegaskan bahwa timnya terus memantau kondisi kesehatan warga secara berkala di posko-posko pengungsian yang telah disediakan.
Bantuan logistik bagi warga terdampak juga telah disalurkan secara merata. Sekitar 30 kepala keluarga kini menempati fasilitas penampungan sementara yang dilengkapi dengan kasur, pasokan makanan, serta minuman yang memadai. Selain itu, relawan dari Palang Merah Indonesia (PMI) turut aktif mendistribusikan masker kepada warga untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan lebih lanjut saat mereka beraktivitas di luar ruangan.
Pemerintah daerah mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan terkait prosedur evakuasi. Upaya pemadaman terus dilakukan secara berkelanjutan, dengan fokus pada pendinginan area puncak sampah agar asap tidak lagi menyebar ke permukiman. Sinergi antar instansi diharapkan dapat segera menuntaskan permasalahan lingkungan ini demi memulihkan kondisi kesehatan dan aktivitas warga yang terdampak.